Hamas Menjelang Pemilihan Kepala Biro Politik
-
Logo Hamas
ParsToday – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) telah memasuki tahap akhir pemilihan kepala biro politiknya.
Melaporkan dari saluran berita Arab 48, kantor berita IRIB, Senin, 23 Februari 2026, Hamas telah memasuki tahap penentuan untuk memilih kepala biro politiknya pasca pembentukan Majelis Syura.
Persaingan antara Khaled Meshaal dan Khalil al-Hayya, dua tokoh utama gerakan ini, semakin ketat. Kepala baru nantinya akan memimpin biro politik selama satu tahun, sebuah periode luar biasa yang ditetapkan setelah terbunuhnya Ismail Haniyeh dan Yahya Al-Sinwar serta pembentukan komando sementara Hamas.
Menurut sejumlah sumber, Hamas telah menyelesaikan pemilihan internalnya dan persaingan kini terbatas pada dua pemimpin terkemuka ini.
Saat ini, dewan pimpinan yang terdiri dari lima anggota bertindak sebagai pengganti sementara kepala biro politik Hamas. Hamas juga telah menyelesaikan pemilihan Majelis Syura baru, sebuah lembaga konsultatif yang menjadi penghubung antara biro politik dan kerangka kepemimpinan Hamas.
Berdasarkan anggaran dasar Hamas, sebuah dewan yang terdiri dari lebih dari 80 anggota Majelis Syura Umum akan memilih kepala gerakan dan anggota biro politik. Anggota majelis ini dipilih setiap empat tahun di tiga wilayah utama Hamas: Jalur Gaza, Tepi Barat, dan luar Palestina.
Seorang pejabat Hamas mengatakan pemilihan internal telah selesai di tiga wilayah tersebut. Pengumuman resmi mengenai kepala baru kemungkinan akan dirilis selama bulan Ramadan.
Profil Kedua Kandidat
Khaled Meshaal, lahir tahun 1956 di Desa Silwad, Tepi Barat. Ia pernah menjabat sebagai kepala biro politik Hamas sebelumnya dan dianggap sebagai sosok pragmatis dan moderat oleh sejumlah kalangan.
Khalil Al-Hayya, lahir 5 November 1960 di Gaza. Ia memimpin Hamas di Jalur Gaza dan juga menjabat sebagai ketua tim negosiator Hamas. Al-Hayya disebut mendapat dukungan dari sayap militer gerakan ini di Gaza.
Menurut dua sumber di Hamas, kepala baru nantinya akan menjabat selama satu tahun dalam periode transisi yang bersifat luar biasa. Setelah itu, pemilihan untuk periode empat tahun akan digelar.(sl)