Dubes Suriah untuk PBB: Daesh Gunakan Senjata Kimia
Duta Besar Suriah untuk PBB menilai penggunaan senjata kimia oleh kelompok-kelompok teroris sebagai tindakan yang telah mendapat lampu hijau dari Barat.
"Kelompok-kelompok teroris telah menggunakan senjata kimia di Suriah melalui dukungan negara-negara Barat," kata Bashar al-Jafari dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa (23/8/2016) seperti dikutip televisi Al Ikhbariya Suriah.
Pertemuan Dewan Keamanan PBB itu digelar untuk membahas non-proliferasi senjata pemusnah Massal, terutama ancaman senjata ini jika jatuh ke tangan kelompok-kelompok teroris.
Al-Jafari menambahkan, kelompok-kelompok teroris –dengan dukungan Barat, di mana sebagian dari mereka adalah anggota Dewan Dewan Keamanan PBB– menggunakan senjata atau bahan kimia untuk menarget warga Suriah.
"Sejumlah negara –dengan tujuan-tujuan khusus– memberikan bantuan senjata kepada kelompok-kelompok bersenjata yang mereka sebut sebagai moderat di Suriah," pungkasnya.
Baru-baru ini, kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) menggunakan gas Mustard untuk mencegah kemajuan operasi militer Suriah di beberapa daerah. Akibatnya, lebih dari 20 orang tewas terluka.
Penggunaan gas beracun tersebut dilakukan setelah Daesh terpukul mundur dari wilayah Aleppo, Suriah utara.
Teroris Daesh juga menembakkan mortir yang berisi gas Mustard ke beberapa daerah di kota Marek, utara Aleppo.
Menurut laporan Syrian American Medical Society, kelompok teroris Daesh telah melancarkan lebih dari 160 kali serangan kimia dengan menggunakan gas beracun seperti klorin atau mustard. (RA)