Aoun: Menarget Jurnalis Lebanon Kejahatan dan Pelanggaran Hukum Internasional
-
Joseph Aoun, Presiden Lebanon
Pars Today - Joseph Aoun, Presiden Lebanon menyebut kematian akibat penargetan jurnalis di wilayah Jezzine di selatan negara itu sebagai “kejahatan yang jelas” dan “pelanggaran hukum internasional”, dan menyerukan tindakan segera dari komunitas internasional untuk menghentikan agresi ini.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Joseph Aoun mengecam dengan keras serangan rezim Zionis terhadap jurnalis Ali Shaeeb, Fatima Fatouni, dan Muhammad Fatouni.
Aoun juga menekankan bahwa serangan Israel baru-baru ini sekali lagi melanggar prinsip-prinsip paling dasar hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan hukum perang, menargetkan jurnalis yang pada kenyataannya adalah warga sipil yang sedang menjalankan tugas profesional mereka.
Sementara itu, Paul Marqes, Menteri Informasi Lebanon mengecam dengan bahasa terkuat serangan berulang dan sengaja Israel terhadap jurnalis dan berkata, “Sekali lagi, kita berduka atas kematian jurnalis.”
Menteri Informasi Lebanon menambahkan, “Serangan ini adalah kejahatan perang yang disengaja dan jelas terhadap media dan tugas jurnalisme.”
Pada sore hari Sabtu (28/3), jaringan Al-Mayadeen mengumumkan bahwa Fatima Fatouni, jurnalisnya telah gugur akibat serangan kriminal rezim Zionis di selatan Lebanon.
Selain itu, sumber-sumber Lebanon mengumumkan bahwa Ali Shaeeb, jurnalis dari jaringan Al-Manar juga telah gugur dalam serangan lain di selatan Lebanon.
Beberapa sumber juga mengumumkan jumlah jurnalis yang gugur dalam serangan rezim Zionis di selatan Lebanon sebanyak tiga orang.(sl)