Pemimpin Yaman: Diam di Hadapi Zionis Buka Jalan bagi Proyek 'Israel Raya'
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190490-pemimpin_yaman_diam_di_hadapi_zionis_buka_jalan_bagi_proyek_'israel_raya'
Pars Today - Sekretaris Jenderal Gerakan Ansarullah Yaman menegaskan bahwa posisi tegas Iran harus menjadi motivasi untuk memperkuat dan memantapkan kerja sama regional.
(last modified 2026-05-28T09:53:46+00:00 )
May 28, 2026 12:45 Asia/Jakarta
  • Sayid Abdul Malik Badr Al-Din al-Houthi, Sekjen Ansarullah Yaman
    Sayid Abdul Malik Badr Al-Din al-Houthi, Sekjen Ansarullah Yaman

Pars Today - Sekretaris Jenderal Gerakan Ansarullah Yaman menegaskan bahwa posisi tegas Iran harus menjadi motivasi untuk memperkuat dan memantapkan kerja sama regional.

Dilansir Pars Today, 27 Mei 2026, Sayid Abdul Malik Badr Al-Din al-Houthi, dalam pidatonya, menekankan pentingnya peran Iran dalam Poros Perlawanan. Ia menyatakan bahwa keteguhan Republik Islam Iran dalam menghadapi agresi AS dan Israel merupakan pelajaran besar bagi umat Islam, faktor yang memperkuat persaudaraan dan kerja sama regional untuk melawan musuh bersama.

Al-Houthi menggambarkan ketahanan Iran sebagai "pelajaran besar", memperingatkan bahwa mengabaikan tanggung jawab terhadap Palestina akan membuka jalan bagi perluasan agresi Zionis yang bertujuan "mengubah Timur Tengah" dan mewujudkan "Israel Raya".

Ia juga memuji para pejuang Hizbullah di Lebanon karena keteguhan dan efektivitas mereka dalam melawan mesin perang Zionis, perlawanan yang, menurutnya, menghalangi tercapainya tujuan jahat musuh di kawasan.

Bagi Al-Houthi, Iran bukan hanya sekutu, tetapi sebuah model. Model ketahanan yang harus ditiru. Ia menyerukan umat Islam untuk tidak tinggal diam, karena diam berarti membiarkan proyek "Israel Raya" menjadi kenyataan. Sementara itu, medan perang di Lebanon terus menjadi bukti bahwa perlawanan, jika cukup kuat dan terorganisir, bisa mengubah kalkulasi musuh.

"Al-Houthi menyerukan umat Islam untuk bangkit. Namun, seruannya bukan sekadar retorika kosong. Ia melihat Iran sebagai bukti nyata: negara yang dikepung, diserang, dan diblokade, tetapi muncul sebagai pemenang. Jika Iran bisa, mengapa yang lain tidak? Inilah panggilan untuk keluar dari zona nyaman atau tenggelam dalam ketakutan."(Sail)