Protes Invasi Militer Turki, Suriah Layangkan Surat Protes ke PBB
-
tank-tank Turki di Suriah
Kementerian Luar Negeri Suriah melayangkan dua surat protes, masing-masing kepada Sekjen PBB dan Dewan Keamanan atas berlanjutnya serangan Turki ke Utara negara itu.
Press TV (29/8) melaporkan, Kemenlu Suriah, Senin (29/8) dalam suratnya mengatakan, pelanggaran kedaulatan Suriah dan dilakukannya operasi militer Turki di wilayah negara ini adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kemenlu Suriah menegaskan, berlanjutnya dukungan-dukungan total Perancis, Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi dan Qatar atas langkah militer Turki adalah dukungan tegas atas terorisme di Suriah dan negara-negara dunia yang lain.
Reaksi pemerintah Suriah ini muncul setelah stasiun televisi Al Jazeera (29/8) mengabarkan bahwa milisi pemberontak Suriah, Free Syrian Army, FSA didukung serangan udara dan darat militer Turki, membersihkan 18 desa di Selatan dan Barat Jarabulus, Provinsi Aleppo, Suriah dari anasir-anasir teroris Daesh dan sedang bergerak menuju kota Manbij.
Kota Jarabulus, sebelum masuknya FSA dan pasukan Turki, diduduki Daesh, akan tetapi kota Manbij berada di bawah kontrol pasukan Kurdi, Suriah dukungan koalisi internasional pimpinan Amerika yang sebelumnya berhasil mengusir Daesh dari kota itu.
Manbij yang sejak tahun 2014 diduduki kelompok teroris Daesh, merupakan jalur utama penyaluran bantuan logistik untuk Daesh, antara Turki dan Raqqa, markas utama kelompok teroris itu di Suriah. (HS)