Seriuskah Prakarsa Gencatan Senjata AS di Suriah Kali Ini ?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i20257-seriuskah_prakarsa_gencatan_senjata_as_di_suriah_kali_ini
Pemerintah Suriah menyambut kesepakatan gencatan senjata yang dihasilkan dalam perundingan Amerika Serikat dan Rusia. Dengan disetujuinya gencatan senjata yang dimediasi Rusia dan Amerika, oleh Suriah, kemungkinan dihentikannya pertempuran di Aleppo, Utara Suriah karena alasan-alasan kemanusiaan, semakin menguat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 11, 2016 10:58 Asia/Jakarta
  • Suriah
    Suriah

Pemerintah Suriah menyambut kesepakatan gencatan senjata yang dihasilkan dalam perundingan Amerika Serikat dan Rusia. Dengan disetujuinya gencatan senjata yang dimediasi Rusia dan Amerika, oleh Suriah, kemungkinan dihentikannya pertempuran di Aleppo, Utara Suriah karena alasan-alasan kemanusiaan, semakin menguat.

Dalam kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia dengan John Kerry, Menlu Amerika di Jenewa, dibahas masalah desakan untuk menghentikan pertempuran di Suriah dan pengiriman bantuan-bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo. Kesepakatan ini diterapkan mulai Senin (10/9) dini hari.

Pada dasarnya, gencatan senjata sebagai sebuah konsep yang mendorong penurunan konflik militer dan perwujudan ketenangan, selalu diterima oleh semua kalangan. Sehubungan dengan hal ini, negara-negara dunia juga menyambut gencatan senjata dan dalam kondisi seperti ini pemerintah Suriah yang berulangkali menunjukkan upayanya yang sejalan dengan upaya internasional untuk menyelesaikan krisis di negara itu, juga mengumumkan persetujuannya atas gencatan senjata ini.

Pada saat yang sama, kubu pemberontak Suriah hingga saat ini belum mengumumkan sikap tegas dan resminya mendukung gencatan senjata yang disepakati Amerika dan Rusia, sementara sebagian kelompok pemberontak dengan menyampaikan alasan dan memberikan syarat, terpaksa menerima gencatan senjata. Masalah ini menimbulkan keraguan apakah mereka benar-benar akan mematuhi gencatan senjata itu atau tidak.

Dengan mengamati isi kesepakatan baru terkait gencatan senjata di Suriah, kita akan mendapati sejumlah kekurangan dan kontradiksi dalam kesepakatan tersebut yang bersumber dari kinerja Barat khususnya Amerika dalam hal krisis Suriah. Kekurangan dan kontradiksi dalam isi kesepakatan itu, dapat memberikan dampak negatif dan akan menyebabkan kegagalan gencatan senjata.

Pembedaan terorisme menjadi terorisme baik dan buruk, serta menciptakan pembatasan-pembatasan bagi militer Suriah dalam memerangi terorisme dengan pembedaan semacam ini, merupakan sebuah masalah yang dapat membawa dampak negatif dan bisa merusak kemungkinan-kemungkinan kemajuan dalam gencatan senjata tersebut.

Pencapaian kesepakatan gencatan senjata dalam perundingan Amerika dan Rusia terjadi pada kondisi ketika kejujuran Amerika dalam menerapkan gencatan senjata dan menurunkan tensi ketegangan di Suriah masih dipertanyakan dunia internasional.

Rekam jejak Amerika dalam krisis Suriah menunjukkan bahwa aksi-aksi mengganggu yang dilakukan Amerika, dalam menerapkan apa yang mereka sebut gencatan senjata tidak terlalu sesuai dengan definisi asli gencatan senjata dan masalah ini membuka kesempatan bagi kelompok-kelompok teroris dukungan Amerika di Suriah untuk melanjutkan kejahatan-kejahatannya.

Pengalaman gencatan senjata-gencatan senjata sebelumnya yang disalahgunakan oleh kelompok-kelompok teroris dukungan Amerika,untuk menduduki wilayah Khan Touman di Barat Daya Aleppo, adalah bukti dari kekhawatiran ini yang menumbuhkan keyakinan bahwa kesepakatan-kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Amerika, tidak dapat dipercaya.

Gencatan senjata di Suriah selalunya diumumkan bersamaan dengan kekalahan luas teroris dan keberhasilan-keberhasilan militer serta pasukan rakyat Suriah di wilayah Aleppo, sehingga beberapa kalangan politik menaruh curiga bahwa manuver Amerika lewat pemberlakuan gencatan senjata ini dilakukan untuk mencegah kekalahan mutlak para teroris di Suriah.

Namun di tengah semua spekulasi soal gencatan senjata yang diprakarsai Amerika ini, pemerintah Suriah selalu menunjukkan dukungan atas segala bentuk upaya yang bisa menghentikan pertempuran di negaranya. Damaskus selalu membuktikan komitmennya untuk mengutamakan solusi-solusi politik dalam krisis Suriah ketimbang langkah-langkah militer. (HS)