Persekongkolan Saudi, AS dan PBB di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i20902-persekongkolan_saudi_as_dan_pbb_di_yaman
Arab Saudi tidak mengizinkan delegasi Yaman yang berunding di Muscat, Oman untuk kembali ke Sanaa jika tidak mematuhi syarat yang ditetapkan Riyadh.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Sep 18, 2016 13:31 Asia/Jakarta
  • Persekongkolan Saudi, AS dan PBB di Yaman

Arab Saudi tidak mengizinkan delegasi Yaman yang berunding di Muscat, Oman untuk kembali ke Sanaa jika tidak mematuhi syarat yang ditetapkan Riyadh.

Kantor media PBB menyatakan, syarat kembalinya delegasi Yaman ke negara mereka adalah melepaskan jabatannya.

Televisi Al-Mayadeen melaporkan, persyaratan kembalinya delegasi Yaman adalah kesediaan mereka untuk meninggalkan jabatannya masing-masing setelah kembali ke Sanaa dengan menulis surat pengunduran diri.

Statemen yang dikeluarkan PBB itu mengemuka di saat Dewan Tinggi Politik Yaman senantiasa menekankan urgensi sikap PBB untuk memulangkan delegasi nasional Yaman ke Sanaa dari Muscat.

Mereka harus kembali ke Yaman untuk membahas statemen Dewan Keamanan dan lambannya tindakan PBB mencabut sanksi udara dan mencegah penerbangan sipil untuk bantuan kemanusiaan Yaman. Selama ini pesawat yang mengangkut bantuan kemanusiaan tertahan di sejumlah negara dan orang-orang yang sakit tidak bisa berobat ke luar negeri akibat sanksi lalim tersebut.

Sikap pasif PBB menyikapi berlanjutnya pembantaian setiap hari yang dilakukan rezim agresor Arab yang dipimpin Saudi terhadap rakyat Yaman bertentangan dengan piagam PBB, dan tujuan dibentuknya organisasi itu. Berlanjutnya sikap bungkam Dewan Keamanan PBB mengindikasikan persekongkolan terselubung antara organisasi internasional ini dengan Saudi dan AS.

Aksi, statemen, dan reaksi PBB bersama lembaga yang berafiliasi dengannya mengenai krisis Yaman menunjukkan ketidakberdayaan organisasi ini menghadapi ambisi Washington dan Riyadh.

Ironisnya, dalam kondisi sensitif saat ini, nama Ismail Ould Cheikh Ahmed selaku wakil khusus Sekjen PBB urusan Yaman seperti tenggelam begitu saja selama sepekan lalu hingga kini.

Para analis politik berkeyakinan bahwa minimnya peran aktif Ismail Ould Cheikh Ahmed saat ini menunjukkan AS secara terang-terangan mengambil alih kasus Yaman. Washington saat ini secara langsung terlibat di Yaman. Masalah ini memicu gelombang kecaman terhadap kinerja lemah PBB, dan semakin arogannya AS dalam masalah krisis Yaman.

Meskipun menjadi pemain penting di arena regional dan internasional, PBB dan lembaga di bawahnya selama ini menunjukkan kinerja buruk dalam penyelesaian krisis, termasuk di Yaman. Hingga kini, PBB tidak berdaya menghalangi berlanjutnya kejahatan Arab Saudi terhadap negara tetangganya sendiri.

Satu-satunya prestasi PBB yang diwakili oleh Ismail Ould Cheikh Ahmed dalam masalah Yaman adalah digelarnya dialog nasional Yaman. Tapi itu pun gagal karena pelanggaran yang dilakukan Arab Saudi dan AS.

Tidak hanya itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon sendiri mencoret nama Arab Saudi dari daftar rezim pelanggar hak anak akibat tekanan Riyadh terhadap PBB. Kini, Arab Saudi dengan berbagai kejahatannya di Yaman berkat dukungan kekuatan Barat menjadi salah satu ketua komisi Dewan HAM PBB. Masalah ini menunjukkan pengaruh uang rezim Al Saud dan pengaruh politik AS di tubuh organisasi internasional itu.(PH)