Sekjen Hizbullah Jelaskan Penyebab Panjangnya Krisis Suriah
Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) menilai dukungan faktor-faktor asing kepada kelompok-kelompok teroris sebagai penghalang pencapaian perdamaian di Suriah.
Sayid Hassan Nasrullah mengungkapkan hal itu dalam pertemuan tahunan dengan para penyelenggara acara Muharam ketika menjelaskan alasan panjangnya krisis Suriah. Demikian dilansir surat kabar Lebanon, al-Akhbar, Senin (26/9/2016).
Sekjen Hizbullah juga menyinggung persoalan internal Lebanon. Ia mengatakan, karena kekosongan jabatan presiden, Lebanon berada dalam kondisi yang kurang tepat, oleh karena itu semua pihak harus menjaga keamanan dan stabilitas Lebanon dan mengesampingkan perselisihan untuk memilih presiden.
Di bagian lain statemennya, Sayid Nasrullah menyinggung kemungkinan agresi militer rezim Zionis Israel ke Lebanon.
Ia menjelaskan, peluang dimulainya perang terhadap Lebanon bagi rezim Zionis dengan memanfaatkan para Takfiri dan dukungan sejumlah pihak Arab telah tersedia, namun penyebab keraguan rezim ini untuk memulai perang adalah tidak adanya keyakinan Israel untuk menang.
Sekjen Hizbullah lebih lanjut menyambut muktamar para ulama besar di Grozny, ibu kota Republik Cechnya pada tanggal 25-27 Agustus 2016, yang menyebut Wahabi sebagai pihak yang mencoreng citra Islam.
Menurut Sayid Nasrullah, Wahabi lebih kasar daripada Zionis, sebab, mereka ingin melenyapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam dan sejarahnya, dan konspirasi ini berlanjut dari tahun 2011 hingga sekarang. (RA)