Irak Larang Pasukan Turki Ikut Operasi Pembebasan Mosul
-
Haider Al Abadi, PM Irak
Perdana Menteri Irak mengatakan, kami tidak akan memberi ijin pasukan Turki untuk berpartisipasi dalam perang di Mosul.
Stasiun televisi Al Sumaria News (9/10) melaporkan, Haider Al Abadi, PM Irak, Ahad (9/10) kepada wartawan di Karbala menuturkan, kehadiran pasukan asing di wilayah Irak melanggar kedaulatan negara ini.
Al Abadi menjelaskan, pemerintah Irak terkejut dengan sikap petinggi Turki yang bersikeras untuk menempatkan pasukan negara itu di Utara negara ini.
Menurutnya, pemerintah Irak mengkhawatirkan proyek yang digagas Turki untuk meraih target internal dan menempatkan pasukannya di luar batas wilayah negara itu, dan masalah tersebut tidak dalam kerangka hubungan Baghdad-Ankara.
Di sisi lain, Mayjen Jasim Muhammad Salih, Komandan Operasi Al Jazirah di Provinsi Al Anbar, Irak, Ahad (9/10) mengumumkan, pasukan Irak berhasil membebaskan wilayah Al Shafakia, Barat kota Al Ramadi, pusat Provinsi Al Anbar.
Komandan Operasi Al Jazirah menegaskan, operasi pembebasan seluruh wilayah yang sudah ditetapkan di distrik Al Dolab, Barat Al Ramadi terus berlanjut.
Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Irak, militer dan pasukan suku didukung artileri dan Angkatan Udara negara itu, berpartisipasi dalam operasi tersebut. (HS)