Irak Yakin Bisa Membebaskan Mosul dari Pendudukan Daesh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i23476-irak_yakin_bisa_membebaskan_mosul_dari_pendudukan_daesh
Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan bahwa pemerintah Baghdad memiliki keyakinan penuh kepada militer negara ini untuk membebaskan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 18, 2016 16:34 Asia/Jakarta
  • Irak Yakin Bisa Membebaskan Mosul dari Pendudukan Daesh

Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan bahwa pemerintah Baghdad memiliki keyakinan penuh kepada militer negara ini untuk membebaskan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).

Ahmad Jamal, juru bicara Kemlu Irak dalam sebuah pernyataan pada Selasa (18/2016) menyinggung kunjungan delegasi Ankara ke Baghdad dan perundingan terkait kelanjutan kehadiran pasukan Turki di Irak.

 

"Pemerintah pusat Irak tidak akan pernah memberikan izin kepada pasukan asing untuk berada di wilayah negara ini," kata Jamal seperti dilansir situs berita Irak, al-Maalomah.

 

Menurutnya, sebuah delegasi Turki telah tiba di Irak pada Senin dan melakukan pembicaraan dengan para pejabat Baghdad terkait partisipasi pasukan Turki yang berada di pangkalan Bashiqa dalam operasi pembebasan kota Mosul.

 

Sementara itu, warga Irak pada Selasa menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Turki di Baghdad untuk memprotes pemerintah Ankara yang bersikeras memperpanjang kehadiran militernya di dekat kota Mosul. Mereka juga menuntut penarikan pasukan Turki dari wilayah Irak.

 

Sejak awal bulan Desember 2015, Turki telah mengerahkan ratusan pasukan ke wilayah Bashiqa, dekat Mosul di Provinsi Nineveh, Irak dengan dalih melatih pasukan Peshmerga untuk melawan teroris Daesh.

 

Parlemen Turki pada tanggal 1 Oktober 2016 mempepanjang kehadiran pasukan negara ini di Irak untuk setahun ke depan.

 

Terkait dengan operasi pembebasan kota Mosul, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki mengatakan, Ankara akan berperan dalam operasi pembebasan kota Mosul dari tangan kelompok teroris Daesh, pasalnya negara ini tidak dapat membayangkan dirinya berada dalam posisi terpinggirkan.

 

Erdogan menambahkan, kami yakin dengan operasi ini dan akan berperan di dalamnya.

 

Menanggapi sikap Presiden Turki tersebut, Perdana Menteri Irak menekankan kembali pentingnya penarikan pasukan Turki dari wilayah negaranya.

 

Haider al-Abadi dalam statemen bernada keras memperingatkan para pejabat Ankara tentang kesalahan di kota Mosul.

 

"Kami tidak optimis dengan pernyataan para pejabat Turki dan kami meminta mereka untuk menghormati kedaulatan Irak. Kami menyerukan negara-negara tetangga Irak untuk waspada terhadap bahaya Daesh dan kami siap untuk bekerjasama dengan mereka," kata al-Abadi seperti dilansir Mehr News mengutip Sumariya News, Senin (17/10/2016). (RA)