Denyut Nadi Kebangkitan Islam
Pertemuan ke-9 Dewan Tinggi Forum Dunia Kebangkitan Islam di Baghdad, Irak ditutup pada Minggu (23/10/2016) sore dengan mengeluarkan sebuah pernyataan. Komunike itu menjabarkan langkah-langkah untuk menghadapi tantangan yang muncul akibat kehadiran kekuatan asing di negara-negara Muslim, termasuk Suriah, Irak, Yaman, dan Palestina.
Para peserta memuji Kebangkitan Islam sebagai gerakan utama yang terus berkembang di tengah upaya sia-sia untuk melawan gerakan itu oleh Zionisme internasional.
Pertemuan yang berlangsung dua hari ini dihadiri oleh lebih dari 50 ulama, cendekiawan, dan intelektual dari 22 negara Muslim.
Mereka mendesak negara-negara Muslim untuk bersatu dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang fundamental, yaitu al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.
Pernyataan tersebut berkesimpulan bahwa gerakan Kebangkitan Islam sebagai sebuah realitas sedang berkembang di kawasan berkat nilai-nilai Islam dan di bawah arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Mereka juga memperingatkan terhadap tantangan baru yang dihadapi Dunia Islam dewasa ini, seperti kampanye Islamphobia, sektarianisme di Dunia Islam, kesalahpahaman, tindakan memecah belah, dan kurangnya pengetahuan tentang sisi kesamaan mazhab-mazhab Islam.
Forum Dunia Kebangkitan Islam dibentuk atas inisiatif Ayatullah Khamenei sekitar enam tahun lalu. Setelah pecahnya gelombang baru Kebangkitan Islam di wilayah Afrika Utara dan Asia Barat pada tahun 2011, maka ada sebuah kebutuhan untuk membentuk forum yang akan mengarahkan gerakan rakyat dan menjelaskan konspirasi-konspirasi musuh terhadap Dunia Islam.
Forum Dunia Kebangkitan Islam muncul dalam kondisi seperti itu. Berkat bimbingan Ayatullah Khamenei tentang urgensitas mempererat barisan kaum Muslim dalam melawan konspirasi musuh, gerakan Kebangkitan Islam tetap membara di Irak, Suriah, Bahrain, Yaman, dan Palestina.
Persatuan dan kearifan dapat menjadi dua strategi utama untuk melestarikan gerakan Kebangkitan Islam dan melawan tindakan makar musuh terhadap kebangkitan rakyat ini.
Konferensi Kebangkitan Islam di Irak – sebuah negara yang berada di garis depan memerangi teroris Daesh – menunjukkan bahwa negara-negara Islam mendukung rakyat dan pemerintah Irak dalam menggagalkan konspirasi musuh. Perlawanan rakyat Irak bersama rakyat Suriah dan Yaman terhadap berbagai konspirasi adalah bukti nyata dari kelanjutan gerakan Kebangkitan Islam.
Para peserta dengan suara bulat mendukung integritas teritorial dan kedaulatan nasional Suriah dan Irak dalam memerangi terorisme dan konspirasi musuh serta perlawanan rakyat Yaman dan Palestina terhadap rezim agresor dan penjajah.
Musuh lewat berbagai cara ingin menciptakan perpecahan di antara negara-negara Islam. Perpecahan itu bahkan diwujudkan dengan mengirim para teroris asing dari berbagai negara dunia ke Suriah dan kemudian Irak.
Denyut nadi gerakan Kebangkitan Islam ditandai dengan kehadiran rakyat Irak di medang perang, ketahanan rakyat Suriah terhadap manuver teroris Takfiri dan pendukung asing mereka, tekad rakyat Yaman untuk memiliki sebuah pemerintahan yang independen dan demokratis, dan gerakan Intifadah sebagai satu-satunya opsi rakyat Palestina untuk melawan penjajah Israel.
Sekjen Dewan Tinggi Forum Dunia Kebangkitan Islam, Ali Akbar Velayati mengatakan, "Hari ini gerakan Kebangkitan Islam jelas terlihat di seluruh wilayah Islam berkat nilai-nilai Islam. Pekikan melawan kekuatan arogan dan intimidasi adalah hasil pertama dari Kebangkitan Islam di kawasan ini." (RM)