Al-Abadi: Koalisi AS Terkejut dengan Kekuatan Militer Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i24109-al_abadi_koalisi_as_terkejut_dengan_kekuatan_militer_irak
Perdana Menteri Irak mengatakan, Koalisi Internasional Anti-Daesh (ISIS) pimpinan Amerika Serikat terkejut dengan kekuatan militer Irak.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 26, 2016 05:00 Asia/Jakarta
  • Al-Abadi: Koalisi AS Terkejut dengan Kekuatan Militer Irak

Perdana Menteri Irak mengatakan, Koalisi Internasional Anti-Daesh (ISIS) pimpinan Amerika Serikat terkejut dengan kekuatan militer Irak.

Haider al-Abadi mengatakan hal itu menyusul lemahnya peran koalisi anti-Daesh dalam memberantas teroris.

 

Koalisi Anti-Daesh pimpinan AS dibentuk pada tahun 2014. Evaluasi atas kinerja koalisi ini menunjukkan bahwa koalisi tersebut tidak memiliki peran penting dalam memerangi terorisme di Irak dan Suriah.

 

Pasukan koalisi pimpinan AS memiliki peran dukungan udara dalam operasi pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS), namun peran koalisi tersebut lemah.

 

"Ini adalah untuk pertama kalinya pasukan militer Irak dan Peshmerga Kurdi saling bekerjasama untuk memerangi teroris Daesh," kata al-Abadi dalam jumpa pers di Baghdad, ibukota Irak ketika menyinggung operasi pembebasan kota mosul.

 

Menurut jaringan televisi al-Iraqiya, al-Abadi juga menyinggung kehadiran militer Turki di Mosul. Ia menjelaskan, pemerintah Irak tidak akan membiarkan wilayahnya diduduki dan para pejabat Turki telah diingatkan terkait hal ini.

 

Al-Abadi lebih lanjut menyinggung pengkhianatan sejumlah politisi Irak. Ia mengatakan, sejumlah politisi memberikan informasi kepada teroris Daesh.

 

PM Irak menjelaskan, perbedaan pandangan di antara para politisi Irak adalah hal yang alami, namun tidak seharusnya berselisih dalam membela negara.

 

"Dewan-dewan Provinsi harus bekerjasama dengan pemerintah Irak dalam merekonstruksi berbagai wilayah yang telah dibebaskan," pungkasnya.

 

Operasi pembebasan kota Mosul dimulai pada Senin diri hari, 17 Oktober 2016 atas instruksi Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak dan  Panglima Angkatan Bersenjata negara ini.

 

Sekitar 60.000 pasukan militer dan polisi Irak bersama dengan pasukan relawan dan pasukan Peshmerga Kurdi berpartisipasi dalam operasi ini.

 

Kelompok teroris Takfiri Daesh menyerang dan menduduki kota Mosul di pusat Provinsi Nineveh pada tanggal 10 Juni 2014. Mosul merupakan kota terbesar kedua Irak.

 

Menurut jaringan televisi Alalam, pasukan Irak hingga hari Senin (24/10/2016) berhasil merebut kembali 62 desa di sekitar distrik al-Shurah di selatan Mosul. (RA)