Militer Irak di Ambang Masuk Kota Mosul
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i24256-militer_irak_di_ambang_masuk_kota_mosul
Gubernur Provinsi Nineveh di Irak utara mengatakan, pasukan Irak di ambang untuk masuk ke kota Mosul menyusul kemajuan operasi pembebasan kota ini dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 28, 2016 03:44 Asia/Jakarta
  • Militer Irak di Ambang Masuk Kota Mosul

Gubernur Provinsi Nineveh di Irak utara mengatakan, pasukan Irak di ambang untuk masuk ke kota Mosul menyusul kemajuan operasi pembebasan kota ini dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).

"Operasi pembebasan kota Mosul dari pendudukan Daesh berjalan berdasarkan rencana militer dan kemenangan-kemenangan di poros selatan Mosul melebihi yang diperkirakan sebelumnya," kata Nawfal Hamadi al-Sultan seperti dilansir jaringan al-Iraqiya, Kamis (27/10/2016).

 

Ia menambahkan, di poros-poros timur, militer Irak juga berhasil membebaskan penuh kota al-Hamdaniya dan Bartalah dari pendudukan Daesh dan selanjutnya mereka akan merebut kembali distrik Nimrud.

 

Pasukan Irak pada Kamis juga telah membebaskan desa al-Hamza dan sebuah distrik di poros selatan kota Mosul serta menewaskan beberapa teroris Daesh.

 

Salah satu komandan kelompok teroris Takfiri Daesh juga dilaporkan tewas di selatan Mosul.

 

Di sisi lain, ribuan pasukan relawan Irak telah sampai ke poros barat kota Mosul untuk berpartisipasi dalam operasi pembebasan distrik al-Hadhar dan Tal Afar.

 

Hadi al-Amiri, Sekretaris Jenderal Organisasi Badr Irak mengatakan, operasi pembebasan kota Mosul akan menjadi peperangan panjang.

 

Operasi pembebasan kota Mosul dimulai pada Senin diri hari, 17 Oktober 2016 atas instruksi Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak yang sekaligus sebagai  Panglima Angkatan Bersenjata negara ini.

 

Sekitar 60.000 pasukan militer dan polisi Irak bersama dengan pasukan relawan dan pasukan Peshmerga Kurdi berpartisipasi dalam operasi ini.

  

Kelompok teroris Takfiri Daesh menyerang dan menduduki kota Mosul –kota terbesar kedua Irak– di pusat Provinsi Nineveh pada tanggal 10 Juni 2014. (RA)