Israel Memperketat Blokade Gaza
Rezim Zionis Israel mengurangi jumlah barang yang masuk ke Jalur Gaza dalam kerangka memperketat blokade terhadap wilayah yang berpenduduk hampir dua juta jiwa ini.
Seperti dilansir Xinhua, Raed Fatuh, Koordinator Impor Barang Palestina ke Gaza pada Kamis (27/10/2016) mengatakan, langkah baru Israel untuk mengurangi barang-barang yang masuk ke Gaza diambil ketika warga Palestina menuntut penambahan jumlah truk yang masuk ke wilayah ini.
Menyusul langkah rezim Zionis tersebut, jumlah truk yang masuk ke Gaza dari 450-500 truk menjadi 340 truk perhari.
Jamal al-Khudari, anggota independen parlemen memperingatkan konsekuensi buruk dari sanksi Israel dan menuntut masyarakat internasional untuk menyelamatkan dua juta warga Palestina yang hidup dalam kondisi buruk di Gaza.
Setelah menutup empat penyeberangan di sekitar Gaza, Israel sejak awal tahun 2012 menggunakan Karam Abu Salem sebagai satu-satunya penyeberangan perdagangan dengan Gaza.
Rezim Zionis juga menggunakan penyeberangan Beit Hanoun hanya untuk penyebarangan orang-orang seperti para pedagang dan terkait kasus-kasus kemanusiaan ke wilayah Palestina pendudukan (Israel) atau ke Tepi Barat.
Pasca Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mencapai kekuasaan di Gaza pada tahun 2007, Israel memblokade wilayah ini dari darat, laut dan udara. (RA)