Assad: Barat Terpaksa Batalkan Upaya Penggulingan Pemerintah Suriah
-
Bashar Al Assad, Presiden Suriah
Presiden Suriah mengatakan, negara-negara Barat terpaksa mundur dari upayanya untuk menggulingkan pemerintahan Damaskus.
ISNA (6/11) melaporkan, Bashar Al Assad, Presiden Suriah dalam wawancara dengan surat kabar Sunday Times, Inggris menuturkan, situasi saat ini di Suriah berpihak pada pemerintah Damaskus dan sekalipun sebelumnya kerap melemparkan tuduhan-tuduhan terhadap pemerintah Suriah, sekarang Barat terpaksa menerima pemerintahan dan presiden negara ini.
Bashar Assad menegaskan, penyelesaian krisis Suriah hanya bisa dilakukan lewat jalur politik dan pemerintah Damaskus akan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk keluar dari krisis ini.
Presiden Suriah menjelaskan bahwa kelompok teroris Daesh menyelundupkan minyak Suriah dan menjarah sumur-sumur minyak Irak juga.
"Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya pendukung teroris sama sekali tidak bereaksi atas aksi-aksi yang dilakukan kelompok teroris Daesh itu, sebaliknya ketika Rusia terjun ke medan tempur, anasir-anasir teroris Daesh terpaksa mundur," paparnya.
Menurut Assad, pemerintah Suriah sudah membuat koridor-koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dari lokasi-lokasi pertempuran, namun para teroris terus membombardir wilayah Suriah dan menghalangi warga sipil keluar lewat koridor-koridor aman itu.
Lebih lanjut ia menerangkan, para teroris menduduki kota Aleppo, oleh karena itu pasukan Suriah harus melawan sehingga mereka meninggalkan kota tersebut dan tidak ada jalan lain selain ini.
Suriah sejak Maret 2011 dilanda krisis akibat serangan-serangan yang dilakukan oleh anasir-anasir teroris asing. (HS)