Skenario Saudi Dalam Gencatan Senjata di Yaman
-
Yaman
Militer Arab Saudi dalam langkah simbolik dan propagandanya, mengumumkan gencatan senjata 48 jam di Yaman.
IRNA (19/11) melaporkan, militer Saudi mengklaim akan mematuhi gencatan senjata yang dimulai Sabtu (19/11) pukul 12 siang, waktu Yaman dan jika Ansarullah juga mematuhi gencatan tersebut, maka akan diperpanjang secara otomatis.
Pada saat yang sama, militer Saudi mengatakan, blokade dan inspeksi udara, laut dan identifikasi udara manuver-manuver pasukan Ansarullah dan para pendukungnya akan dilanjutkan.
Pada hari Kamis, beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan di Muscat, Oman, militer Saudi langsung melakukan pelanggaran.
Tidak lama setelah gencatan senjata diumumkan, jet-jet tempur Saudi melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer Ansarullah di Provinsi Sanaa.
Militer dan pasukan sukarelawan rakyat Yaman membalas serangan tersebut dan menewaskan serta melukai lebih dari 60 tentara bayaran Saudi setelah menggagalkan serangan mereka di Provinsi Taiz, Barat Daya Yaman.
Saudi sejak 20 bulan lalu melancarkan agresi militer luas ke Yaman dan memblokade laut, udara dan darat negara itu dengan dalih mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansour Hadi, Presiden terguling Yaman.
Serangan Saudi ke Yaman menewaskan lebih dari 10 ribu warga, melukai puluhan ribu dan menelantarkan jutaan lainnya, serta menghancurkan infrastruktur negara itu. (HS)