Hizbullah Usulkan Solusi untuk Pecahkan Kebuntuan Politik Lebanon
Sumber-sumber di Lebanon mengabarkan usulan Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) untuk membentuk pemerintahan baru yang terdiri 30 menteri guna memecahkan kebuntuan politik di negara Arab ini.
Menurut laporan IRNA mengutip surat kabar Lebanon, al-Akhbar, Hizbullah memulai upayanya untuk meyakinkan Michel Aoun, Presiden Lebanon dan Saad Hariri, pelaksana tugas pembentuk kabinet, agar mereka menyetujui pembentukan pemerintahan baru dengan kombinasi 30 menteri.
Usulan tersebut disampaikan Hizbullah menyusul adanya hambatan di jalur negosiasi untuk membentuk pemerintahan baru Lebanon, di mana pembentukan pemerintahan baru yang terdiri dari 24 menteri menemui jalan buntu.
Berdasarkan laporan ini, jika Aoun dan Hariri menyetujui usulan tersebut, maka hambatan-hambatan yang menghalangi pembentukan pemerintahan baru Lebanon akan terhapus dan juga akan terbuka peluang bagi partisipasi semua kelompok politik Lebanon dalam pemerintahan.
Menurut sumber-sumber media Lebanon, Hariri hingga sekarang menolak usulan Hizbullah, sebab, ia meyakini bahwa penambahan menteri dari 24 menjadi 30 menteri tidak mengubah jatahnya (lima menteri), namun jatah Presiden Lebanon mencapai enam menteri.
Michel Aoun menunjuk Saad Hariri untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 3 November 2016, namun karena adanya beberapa hambatan, kabinet ini belum terbentuk. (RA)