Lagi, Koalisi Pimpinan AS Bunuh Warga Sipil Irak
Sedikitnya 18 warga sipil Irak tewas dalam serangan koalisi anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat terhadap sebuah pemukiman penduduk di kota Mosul, Irak Utara.
Kantor berita IRIB melaporkan, sebuah sumber Irak mengatakan pada Ahad (27/11/2016) bahwa serangan jet tempur koalisi pimpinan AS ke daerah al-Baath di Mosul, menewaskan 18 warga sipil Irak termasuk 14 perempuan.
Pembunuhan pelajar di Mosul dan serangan terhadap upacara duka di daerah Daquq, Kirkuk yang menewaskan 25 warga sipil Irak termasuk 15 perempuan, termasuk di antara serangan terbaru koalisi pimpinan AS di Irak. Serangan yang menewaskan warga sipil ini tidak mengundang reaksi apapun dari PBB.
Para pejabat militer AS mengaku bahwa mereka secara keliru telah menyerang warga sipil Irak. Pengakuan ini tentu saja tidak bisa dibenarkan karena pasukan koalisi mengetahui zona operasi pembebasan Mosul dari pendudukan Daesh dan basis-basis Daesh di Irak.
Koalisi anti-Daesh pimpinan AS dibentuk pada tahun 2014. Evaluasi atas kinerja koalisi ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki peran penting dalam memerangi terorisme di Irak dan Suriah.
Pemerintah Rusia bahkan menyebut perang kontra-teroris yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS di Mosul, telah menciptakan kondisi yang mirip dengan pembantaian Abad Pertengahan. (RM)