Sheikh Yazbek: Lebanon Tak akan Jadi Korban Ambisi Saudi
Ketua Dewan Syariah Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, Lebanon tidak akan pernah menjadi korban tujuan-tujuan Arab Saudi.
Sheikh Mohammad Yazbek mengungkapkan hal itu untuk mereaksi kelanjutan tindakan luas dan anti-Muqawama yang dilakukan oleh rezim Al Saud.
"Lebanon kuat dan perkasa berkat militer, bangsa dan Muqawama, dan negara ini tidak akan pernah menjadi `ladang` bagi Al Saud dan sekutunya," kata Sheikh Yazbek seperti dilansir situs berita al-Ahed, Minggu (28/2/2016).
Ia menambahkan, tak seorang pun akan dibiarkan menciptakan kegaduhan dan keributan terhadap Lebanon, sebab proyek Lebanon adalah proyek kemuliaan, martabat dan pembelaan kepada umat Islam dan Palestina, di mana hanya orang-orang Arab yang benar-benar terhormat yang akan menjaganya.
Sheikh Yazbek juga menekankan posisi kuat Muqawama dan meminta pihak-pihak yang melakukan langkah anti-Muqawama untuk menghentikannya. Sebab, langkah tersebut hanya akan mengobarkan api fitnah, di mana api fitnah itu akan membakar pembuat fitnah sebelum membakar yang lainnya.
Baru-baru ini, Arab Suadi membatalkan bantuan finansial sebesar tiga miliar dolar kepada militer Lebanon dengan dalih dukungan Beirut kepada posisi Republik Islam Iran. Riyadh juga meminta warga Arab Saudi keluar dari Lebanon.
Ketua Dewan Syariah Hizbullah lebih lanjut mengkritik program-program penghinaan dan fitnah oleh sejumlah media terhadap Hizbullah dan menilainya sebagai tindakan yang memalukan.
Stasiun televisi MBC baru-baru ini menayangkan sebuah film pendek bertema humor dan menghina Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah.
Penayangan film berjudul "Hikayat Hassan" itu di luar dugaan justru semakin menambah simpati masyarakat Arab kepada Sekjen Hizbullah. (RA)