Intifada; Indeks Politik Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i27823-intifada_indeks_politik_palestina
Setelah lewat dari 29 tahun dari intifada bangsa Palestina, perjuangan ini masih tetap menjadi salah satu kriteria politik Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 09, 2016 15:05 Asia/Jakarta
  • Intifada; Indeks Politik Palestina

Setelah lewat dari 29 tahun dari intifada bangsa Palestina, perjuangan ini masih tetap menjadi salah satu kriteria politik Palestina.

29 tahun lalu, tepatnya 8 Desember 1987 meletuslah intifada anti Zionis pertama yang dikenal dengan intifada batu dari utara Jalur Gaza. Intifada ini meletus karena sejumlah buruh Palestina dilindas oleh kendaraan Israel di pos pemeriksaan Beit Hanon dan gugurnya empat buruh tersebut.

 

Intifada kedua dikenal dengan sebutan intifada al-Aqsa dan mulai sejak 28 September 2000. Intifada ini dipicu oleh ulah perdana menteri Israel saat itu, Ariel Sharon yang memasuki Masjid al-Aqsa bersama sejumlah militer rezim penjajah ini.

 

Intifada ketiga atau intifada al-Quds meletus pada 24 September 2015 berbarengan dengan Hari Raya Kurban dan Hari Raya Yom Kippur Yahudi. Intifada ketiga ini dipicu oleh ulah menteri pertanian Israel saat itu yang memasuki Masjid al-Aqsa bersama sejumlah pemukim Zionis yang dihadang oleh jamaah shalat warga Palestina. Perjuangan warga Palestina itu untuk mencegah pelecehan tempat suci umat Islam ini oleh ZIonis.

 

Dalam bentrokan tersebut, tentara Zionis menembaki warga Palestina dengan peluru karet dan gas air mata. Akibatnya sejumlah besar jamaah shalat mengalami luka-luka. Meski demikian, intifada al-Quds mulai dari hari pertama bulah Oktober karena di hari tersebut Muhannad Halabi, mahasiswa Palestina gugur syahid ditembak militer Israel setelah melancarkan operasi anti Zionis.

 

Terlepas dari faktor beragam meletusnya intifada bangsa Palestina, ada perbedaan esensi lain anara intifada tersebut. Di intifada batu sekitar 1300 warga Palestina gugur, adapun intifada al-Aqsa sekitar 4412 warga Palestina menjadi korban. Sementara di intifada ketiga, hingga saat ini tercatat 296 warga Palestina gugur syahid.

 

Perbedaan lainnya adalah intifada batu berlangsung enam tahun tahun mulai 1987-1993, intifada al-Aqsa berlangsung selama lima tahun (2000-2005). Sementara intifada al-Quds sampai saat ini telah berlangsung selama dua tahun. Sebagian menyakini intifada al-Quds sekedar fenomena keamanan yang cepat berlalu. Intifada batu meletus dari Jalur Gaza, sementara intifada al-Aqsa dan al-Quds meledak dari Tepi Barat. Indikasi ini menunjukkan bahwa perjuangan bangsa Palestina melawan Israel tidak terbatas di Jalur Gaza, namun seluruh rakyat tertindas ini memerangi rezim penjajah Tel Aviv.

 

Dengan kata lain, di saat berbagai kubu Palestina terlibat friksi terkait mekanisme menghadapi Israel, rakyat Palestina dala hal ini sepakat dan seraya menolak perdamaian, menilai perjuangan melawan Tel Avis sebuah prioritas.

 

Hal lain yang menarik adalah tingkat dukungan negara-negara Arab terhadap intifada bangsa Palestina dari hari ke hari semakin tipis. Intifada pertama mendapat dukungan mayoritas negara Arab. Namun intifada kedua dan ketiga meraih dukungan kecil dari negara Arab.

 

Di intifada ketiga (intifada al-Quds) negara-negara Arab bukan saja tidak mendukung bangsa Palestina, namun mereka sedikit banyak malah berdiri di samping Israel dan di bawah manajemen Amerika, Israel tidak lagi menjadi musuh utama bangsa Arab.

 

Sisi kolektif tiga intifada ini adalah alat dan sarana perjuangan bangsa Palestina tidak berubah, mereka tetap menggunakan batu melawan rezim penjajah Zionis.  (MF)