Raja Saudi Perintahkan Penangguhan Seluruh Kontrak dengan Mesir
-
Salman bin Abdulaziz
Atas perintah langsung Raja Arab Saudi, pelaksanaan seluruh kesepakatan yang sudah ditandatangani Riyadh dan Kairo, ditangguhkan.
Situs surat kabar Mesir, Al Bawaba, Selasa (20/12) mengutip sumber diplomatik yang tidak bersedia diungkap identitasnya menulis, atas perintah baru Raja Salman bin Abdulaziz, kesepakatan-kesepakatan yang sudah ditandatangani Mesir dan Saudi, ditangguhkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Sebagian besar investasi yang mendapat sokongan Muhammad bin Salman di Mesir sudah dihentikan total. Sebelumnya, bantuan-bantuan minyak perusahaan Amerika Serikat-Saudi, Aramco ke Mesir juga sudah diputus.
Menurut keterangan sumber diplomatik Mesir itu, tekanan-tekanan Saudi tidak akan pernah merubah sikap Mesir terkait krisis Suriah atau Yaman, dan Kairo akan menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
Mesir dan Saudi pada 9 April lalu menandatangani 17 kontrak kerja sama di bidang kelistrikan, perumahan, energi nuklir, pertanian, perdagangan dan industri.
Secara umum, sikap terbaru Abdel Fattah El Sisi, Presiden Mesir yang mendukung militer Suriah, Irak dan Libya, juga penegasan atas urgensi menghormati kehendak rakyat Suriah yang menunjukkan dekatnya hubungan Kairo-Damaskus dan pada saat yang sama mengambil jarak dengan Riyadh, memicu kemarahan petinggi Saudi.
El Sisi dalam wawancara dengan stasiun televisi TRT, Portugal terkait krisis Suriah yang sudah berlangsung selama lima tahun menuturkan, Mesir mendesak penyelesaian politik krisis Suriah dan penghormatan terhadap kehendak rakyat negara itu. (HS)