Konsul Perancis: Tiba Saatnya Kurdistan Berpisah dari Irak
Seiring dengan berlanjutnya upaya pemerintah dan rakyat Irak untuk memperkuat persatuan negara dan memerangi kelompok teroris Daesh, Konsul Perancis di wilayah Kurdistan, Irak mengatakan, sudah tiba saatnya bagi Kurdistan untuk memisahkan diri dari Baghdad.
Stasiun televisi France 24 (24/12) melaporkan, Frederic Tissot, Konsul Perancis di wilayah Kurdistan, Irak mengeluarkan statemen provokatif. Menurutnya, sekarang situasinya sudah mendukung untuk digelar referendum penentuan nasib dan kemerdekaan wilayah Kurdistan dari Irak.
Tanpa menyinggung upaya pemerintah Irak untuk memperkuat persatuan negara ini, Frederic Tissot menuturkan, penanganan masalah Kurdistan dan cita-cita bangsa Kurdi merupakan tanggung jawab kami juga, oleh karena itu kami percaya wilayah Kurdistan harus segera meraih kemerdekaannya dari Irak.
Ia menambahkan, kami akan mengerahkan segala upaya untuk menggelar referendum penentuan nasib dan kemerdekaan wilayah Kurdistan dari Irak.
Konsul Perancis di Kurdistan, Irak itu mengklaim, dengan memperhatikan letak geopolitik wilayah warga Kurdi sekarang, tidak memungkinkan mereka untuk menentukan nasibnya sendiri, padahal itu adalah haknya.
Tissot menerangkan, sekarang warga Kurdi jauh lebih berhak untuk menggelar referendum penentuan nasib mereka ketimbang sebelumnya. Mereka berhak merdeka dan punya kapasitas untuk hidup mandiri.
"Saya sepenuhnya akan membela hak bangsa Kurdi ini dan percaya bahwa tujuan ini akan tercapai bagi warga Kurdi dalam waktu dekat," pungkasnya. (HS)