Persatuan Islam Terwujud Seiring Musnahnya Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i31665-persatuan_islam_terwujud_seiring_musnahnya_israel
Utusan Sekjen Hizbullah, Lebanon mengatakan, persatuan umat Islam hanya dapat terwujud jika rezim Zionis Israel musnah dan penjajahan rezim itu atas Palestina, berakhir.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 24, 2017 00:42 Asia/Jakarta
  • Persatuan Islam Terwujud Seiring Musnahnya Israel

Utusan Sekjen Hizbullah, Lebanon mengatakan, persatuan umat Islam hanya dapat terwujud jika rezim Zionis Israel musnah dan penjajahan rezim itu atas Palestina, berakhir.

IRNA (23/1) melaporkan, Ibrahim Badawi, utusan Sekjen Hizbullah, Lebanon, Senin (23/1) hadir dalam pertemuan ulama Muslim ke-12 bertema "Peran Ulama dalam Memperkuat Persaudaraan dan Kesatuan Kata" di Damaskus, Suriah.

Pada kesempatan itu ia mengatakan, persatuan Islam hanya dapat terwujud dengan menumbangkan rezim Zionis Israel dan penekanan atas peran perlawanan bukan sebagai kewajiban politik dan agama, tapi sebagai salah satu faktor pemersatu umat Islam dan terciptanya persaudaraan.

Utusan Sekjen Hizbullah itu menerangkan, perlawanan merupakan sebuah target politik nyata dalam rangka mewujudkan persatuan umat Islam dan kita harus mendukung opsi ini untuk menghancurkan rezim Zionis Israel.

Syeikh Muhammad Taufik Ramadhan Al Buthi, Ketua Persatuan Ulama Sham dalam acara itu mengatakan, perbedaan adalah hal yang lumrah dan ketika perbedaan itu menyebabkan terjadinya konflik, maka hal itu buruk dan Tuhan mengharamkannya.

Ia menjelaskan, mengikuti mazhab apapun harus berlandaskan niat mendekat kepada Tuhan dan mengikuti perintah-Nya.

"Sejumlah stasiun televisi dan media mengerahkan segenap upayanya untuk menyebarkan fitnah dan semua tahu apa yang terjadi selama enam tahun di Suriah tidak lain hanyalah buah dari upaya penyebaran fitnah tersebut," imbuhnya.

Al Buthi menuturkan, kita harus melangkah di jalan persatuan Islam dengan rasa tanggung jawab dan kewaspadaan, dan kita harus membentuk barisan guna menghadapi musuh-musuh umat Islam.

Pertemuan ulama Muslim ke-12 digelar hari Senin (23/1) di Damaskus, Suriah dengan dihadiri oleh lebih dari 200 ulama Syiah dan Sunni. (HS)