Krisis Keuangan Saudi Semakin Akut
Memburuknya krisis finansial Arab Saudi menjalar ke perusahaan minyak nasional negara itu, ARAMCO.
IRNA (28/1) mengutip surat kabar Kuwait, Al Anba melaporkan, staf direksi perusahaan minyak nasional Arab Saudi, ARAMCO mengabarkan, menyusul masalah-masalah yang datang silih berganti atas industri minyak Saudi, dalam beberapa tahun terakhir ARAMCO menjual sejumlah sahamnya.
Direksi ARAMCO, salah satu perusahaan terkaya di Saudi itu, setelah melakukan berbagai negosiasi, memutuskan untuk menjual lima persen saham perusahaan itu karena alasan kesulitan keuangan.
Saudi sebelumnya untuk menutupi masalah-masalah keuangannya, untuk pertama kali, melakukan pinjaman internasional dengan dana yang luar biasa besar yaitu 17,5 milyar dolar dari bank HSBC, Inggris.
Terkait hal ini, pemerintah Saudi baru-baru ini mengakui bahwa krisis keuangan di negaranya yang menurunkan tingkat pelayanan terhadap warga dan mengurangi daya beli masyarakat. Utang Saudi saat ini mencapai angka 73 milyar dolar. (HS)