HRW: Tekanan dari Saudi Terhadap Aktivis HAM Manusia
-
HRW
Human Rights Watch (HRW) menyatakan, Arab Saudi meningkatkan penangkapan bermotif politik, penuntutan, dan hukuman terhadap para penulis pembangkang damai dan aktivis hak asasi manusia sejak awal tahun ini.
Organisasi berbasis di New York itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin (6/02/2017), mendokumentasikan peningkatan mengkhawatirkan volume tindakan represif rezim Riyadh terhadap para aktivis pro-demokrasi di negara kaya minyak itu.
Disebutkan pengadilan Saudi telah menghukum sedikitnya 20 aktivis terkemuka dan penentang sejak 2011. Laporan itu menyebutkan banyak aktivis telah dijatuhi hukuman berat sebanding dengan hukuman untuk pembunuhan di Barat.
Tuduhan terhadap para pembangkang itu mencakup tidak setia kepada raja dan "loyalitas" kepada raja dan "partisipasi dalam protes."
HRW mengatakan tuduhan "tidak merupakan kejahatan dikenali."
"Arab Saudi sedang mencoba membungkam dan mengisolasi orang yang tidak sejalan dengan pemerintahan atau berani mengungkapkan pandangan independen tentang politik, agama, atau hak asasi manusia," kata Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah HRW.
Dia menambahkan, "Kapan para pejabat pemerintah Saudi akan memahami bahwa berbicara kepada media atau organisasi internasional bukan tindak kejahatan?"
Pada tanggal 18 Januari, Arab mengumumkan bahwa pengadilan khusus pidana memvonis hukuman tujuh tahun dan larangan perjalanan selama tujuh tahun pada Nadhir al-Majed atas tulisan kritiknya.
Aktivis hak asasi manusia lokal mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa Majed belum diizinkan menelepon keluarganya atau menerima kunjungan sejak pertengahan Januari tahun ini.(MZ)