Pertemuan Abbas dan Mantan Ketua Knesset
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33088-pertemuan_abbas_dan_mantan_ketua_knesset
Ketika menteri peperangan rezim Zionis Israel menuntut penghapusan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza, ketua Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas dilaporkan malah bertemu dengan mantan ketua Knesset, Avraham Burg di markas besar Otorita Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 18, 2017 09:25 Asia/Jakarta
  • Abbas
    Abbas

Ketika menteri peperangan rezim Zionis Israel menuntut penghapusan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza, ketua Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas dilaporkan malah bertemu dengan mantan ketua Knesset, Avraham Burg di markas besar Otorita Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Abbas Kamis (16/2) menerima kunjungan Avraham Burg di markas besar Otorita Ramallah di Tepi Barat dan melakukan perundingan. Otorita Ramallah ketika masih optimis melanjutkan perundingan dan perdamaian dengan Israel, selama dua tahun lalu perundingan ini terhenti. Selama dua tahun tersebut, Israel tetap melanjutkan aksi brutalnya seperti membantai dan menciderai warga Palestina, meningkatkan pembangunan distrik Zionis, dan menyiksa para tahanan.

 

Sementara Abbas saat ini masih optimis berunding dengan Israel, padahal pemerintah Amerika sebelumnya setelah tahun 2014 gagal menghidupkan kembali perundingan damai ini. Poin penting lain yang sama halnya dengan upaya sia-sia Abbas untuk menggelar perundingan damai adalah pada Januari 2017, Konferensi Perdamaian Paris digelar dengan dihadiri puluhan negara dan masih tetap gagal. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengumumkan bahwa dirinya mengabaikan hasil dari konferensi ini.

 

Di sisi lain, Abbas ketika bertemu dengan petinggi dan mantan pejabat Israel, intifada al-Quds di Tepi Barat meletus dan setelah 16 bulan perjuangan ini masih tetap berlanjut. Di perundingan Abbas dengan petinggi Israel tidak ada pembicaraan mengenai intifada al-Quds.

 

Mahmoud Abbas ketika mengharap perdamaian, Israel terus melanjutkan upayanya mengobarkan perpecahan di tengah bangsa Palestina. Aksi terbaru penjajah al-Quds adalah Menteri Peperangan Avigdor Lieberman menilai Hamas bertanggung jawab atas kondisi kritis ekonomi di Jalur Gaza dan mengklaim jika warga wilayah ini menggulingkan Hamas maka Israel akan mengubah Gaza menjadi Singapura kedua.

 

Sejatinya Israel selama beberapa bulan terakhir telah mengabil langkah-langkah menghadapi strategi Hamas dan menuntut kemampuan pertahanan kelompok muqawama ini dilucuti. Pelucutan kemampuan pertahanan Hamas membuat Israel semakin tenang dalam melanjutkan kejahatannya terhadap warga Palestina.

 

Israel meyakini bahwa Otorita Ramallah pimpinan Mahmoud Abbas bukan ancaman. Oleh karena itu, Israel berupaya menciptakan perpecahan di tubuh bangsa Palestina dan upaya ini terus ditindaklanjuti dengan berbagai cara seperti menuding Hamas bertanggung jawab atas kondiri kritis di Jalur Gaza.

 

Padahal prestasi bangsa Palestina di tingkat internasional hasil dari resistensi Hamas melawan kejahatan rezim Zionis Israel. (MF)