Kinerja Hizbullah Menurut Sayid Hasan Nasrullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33324-kinerja_hizbullah_menurut_sayid_hasan_nasrullah
Sekjen Gerakan Islam Lebanon (Hizbullah) Sayid Hasan Nasrullah Senin (20/2) malam saat diwawancarai IRIB seraya membela kinerja Hizbullah juga mengisyaratkan isu-isu penting termasuk pembentukan kelompok teroris dan dukungan terhadpa mereka oleh Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 22, 2017 12:27 Asia/Jakarta
  • Sayid Hasan Nasrullah
    Sayid Hasan Nasrullah

Sekjen Gerakan Islam Lebanon (Hizbullah) Sayid Hasan Nasrullah Senin (20/2) malam saat diwawancarai IRIB seraya membela kinerja Hizbullah juga mengisyaratkan isu-isu penting termasuk pembentukan kelompok teroris dan dukungan terhadpa mereka oleh Amerika Serikat.

Timur Tengah beberapa waktu ini telah berubah menjadi pangkalan teroris. Proses pembentukan kelompok teroris dan mekanisme identifikasinya merupakan dua isu yang diperdebatkan. Banyak pendapat pro dan kontra terkait dua isu tersebut. Friksi ini memicu pertanyaan, bagaimana sebenarnya kelompok teroris ini terbentuk dan berkembang pesat serta apa tolok ukur untuk mengidentifikasinya?

 

Sejumlah kelompok teroris seperti al-Qaeda dan Taliban telah ada sebelum milenium ketiga, namun proses pembentukan dan perkembangan pesat kelompok teroris di dua dekade pertama milineum ini akibat kebijakan haus perang dan intervensi Amerika Serikat di negara-negara Arab serta hasil dari dukungan Washington terhadap rezim Zionis Israel.

 

Perang yang dikobarkan Amerika di Irak dan Afghanistan menjadi peluang pembentukan dan perkembangan kelompok teroris. Amerika di Suriah membagi teroris menjadi kelompok moderat dan buruk. Melalui tolok ukurnya tersebut, Amerika mulai memberi dukungan kepada teroris yang mereka klaim sebagai kelompok moderat. Amerika, pemerintah Arab, Israel dan sejumlah pemerintah Eropa menilai Hizbullah sebagai kelompok teroris dan dukungan Republik Islam Iran kepada Hizbullah sebagai bukti dukungan kepada terorisme.

 

Klaim ini digulirkan di saat aksi teror dan peledakan bom khususnya di lokasi padat penduduk dan wilayah publik serta teror tokoh masyarakat merupakan salah satu indikasi kelompok teroris. Tidak ada satu pun dari indikasi tersebut terbukti pada Hizbullah dan tidak ada pula dokumen yang menunjukkan Hizbullah melakukan hal-hal ini.

 

Esensi aktivitas Hizbullah adalah defensif, karena kelompok muqawama ini membela Lebanon di perang-perang yang dipaksakan rezim Zionis Israel. Sebaliknya ada banyak bukti dan dokumen yang tidak dapat diingkari terkait esensi teroris negara oleh Israel dan dukungan Amerika terhadap teror seperti ini. Di antaranya adalah teror elit politik dan militer Hizbullah, Hamas serta terori ilmuwan nuklir Iran oleh agen-agen Israel dan Amerika Serikat. Pejabat AS termasuk Hillary Clinton, mantan menlu negara ini berulang kali mengakui bahwa sejumlah kelompok teroris khususnya Desh dibentuk oleh Washington.

 

Oleh karena itu, Sayid Hasan Nasrullah di wawancaranya ini menyebut Israel sebagai rezim teroris dan AS sponsor utama rezim teroris Israel. Saat mereaksi pelabelan teroris terhadap Hizbullah oleh AS dan sekutunya, Sayid Hasan Nasrullah menandaskan, teroris tidak boleh memberikan penilaian terhadap berbagai bangsa dan mencap pihak lain sebagai teroris.

 

Sekjen Hizbullah terkait krisis Suriah mengatakan, perang di Suriah bukan sekedar perang melawan kelompok teroris, namun perang dengan sejumlah negara Barat dan Arab pendukung terorisme yang dipimpin oleh Amerika. (MF)