Investasi, Dalih Saudi Tingkatkan Pengaruh di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i35208-investasi_dalih_saudi_tingkatkan_pengaruh_di_afghanistan
Setelah penguasa Arab Saudi berupaya mendirikan universitas yang mereka sebut Islam di Negara Bagian Nangarhar, Afghanistan dengan maksud memperluas pengaruh aliran Wahabi di negara itu, sekarang pangeran-pangeran Saudi dengan dalih investasi, juga mulai membidik Afghanistan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2017 13:55 Asia/Jakarta
  • Waleed bin Talal
    Waleed bin Talal

Setelah penguasa Arab Saudi berupaya mendirikan universitas yang mereka sebut Islam di Negara Bagian Nangarhar, Afghanistan dengan maksud memperluas pengaruh aliran Wahabi di negara itu, sekarang pangeran-pangeran Saudi dengan dalih investasi, juga mulai membidik Afghanistan.

Menurut keterangan Kantor Kepresidenan Afghanistan, Waleed bin Talal, salah satu investor ternama yang juga seorang pangeran berpengaruh di Saudi, dalam kunjungannya ke Kabul, bertemu dengan Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan. Dalam pertemuan itu, Talal menyampaikan maksudnya untuk menanamkan investasi di Afghanistan.

Kedatangan Waleed bin Talal ke Afghansitan, seorang pengusaha yang dikenal sebagai Ketua Dewan Direksi Kingdom Holding Company, KHC dan memiliki saham di Disney, Fox, News Corp, General Motors, Twitter dan beberapa perusahaan lainnya itu, menyedot perhatian sejumlah kalangan di tingkat regional dan internasional, seputar apa tujuan kedatangan pangeran Saudi ke Afghanistan.

Dengan memperhatikan berlanjutnya instabilitas di Afghanistan yang cukup menyulitkan investasi asing di negara itu, diperkirakan kedatangan milyarder Saudi ke Afghanistan adalah untuk berinvestasi di bidang industri dan produksi. Selain itu, hingga kini belum ada laporan yang menyebutkan soal investasi penguasa Saudi di negara-negara kawasan. Investasi mereka lebih besar ditanamkan di sekolah-sekolah agama di Pakistan dengan tujuan menyebarluaskan ajaran Wahabi dan memasok kebutuhan kelompok-kelompok sektarian dan teroris.

Osama bin Laden, mantan Pemimpin Al Qaeda juga merupakan salah seorang pangeran kaya Saudi yang menjadikan Afghanistan sebagai pusat komandonya untuk melancarkan serangan-serangan teror. Dalam beberapa tahun terakhir para penguasa Saudi dengan dukungan terbuka atas kelompok-kelompok teroris terutama Daesh, terlibat dalam kejahatan-kejahatan brutal anti-kemanusiaan di Suriah dan Irak, dan dengan menyerang Yaman, secara langsung terjun ke dalam perang melawan rakyat negara itu yang sampai sekarang telah menewaskan ribuan orang.

Kekalahan telak Daesh di Suriah dan Irak serta kegagalan penguasa Saudi dalam perang Yaman menyebabkan mereka berusaha menemukan lokasi baru sebagai markas dan pangkalan untuk memindahkan para teroris Daesh yang lari dari Suriah dan Irak, dan mengelolanya. 

Baru-baru ini, pejabat lokal di Afghanistan mengumumkan, para penguasa Arab sedang berusaha menempatkan para teroris yang lari dari Suriah dan Irak di beberapa wilayah Afghanistan termasuk di Negara Bagian Zabul dan Nangarhar. Oleh karena itu kunjungan Waleed bin Talal ke Afghanistan dapat dibaca sebagai sebuah bentuk manuver para pengeran Saudi untuk menunjukkan bahwa kehadiran mereka di Afghanistan terbuka dan transparan serta mendapat persetujuan pemerintah setempat.

Jamal Fakouri Beheshti, salah satu anggota Parlemen Afghanistan mengatakan, anggota Parlemen Afghanistan meminta pemerintah untuk meninjau ulang hubungan negara itu dengan Saudi, pasalnya penguasa Saudi selalu mendukung kelompok-kelompok teroris bukan saja di Afghanistan tapi di Pakistan dan beberapa negara Timur Tengah dan menjadi penyebab pembunuhan ribuan orang tidak bersalah di Suriah, Irak dan Yaman.

Lebih dari itu, ulama-ulama di wilayah Utara Afghanistan berulang kali mencemaskan penyebarluasan ajaran Wahabi di tengah masyarakat Afghanistan secara terorganisir. Pasalnya, penguasa Saudi mengetahui dengan baik pemikiran Takfiri dan Wahabi tidak punya tempat di tengah masyarakat Afghanistan, oleh karena itu mereka berusaha membangun markas pemikiran bagi dirinya dan kelompok-kelompok teroris binaannya. Maka investasi yang dimaksud juga bisa diartikan sebagai upaya yang dilakukan dalam kerangka ini. (HS)