Suriah Minta PBB Selidiki Insiden di Khan Sheikhoun
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, Damaskus meminta PBB untuk mengirim sebuah tim investigasi ke Suriah guna menyelidiki insiden di distrik Khan Sheikhoun.
Tapi, lanjutnya, Barat yang dipimpin Amerika Serikat sejauh ini menghalangi pengiriman tim investigasi PBB.
Assad menuturkan bahwa militer dan rakyat Suriah berkali-kali menjadi sasaran serangan senjata kimia oleh teroris, namun PBB tidak pernah memperhatikan permintaan Suriah untuk menerjunkan sebuah tim ahli.
"Barat mengetahui bahwa jika sebuah tim ahli datang ke Suriah, tim itu akan tahu tentang propaganda AS dan sekutunya mengenai insiden di Khan Sheikhoun," ucapnya.
Lebih dari 80 orang tewas dan hampir 400 lainnya luka-luka dalam serangan kimia mencurigakan di Khan Sheikhoun, Suriah pada 4 April lalu.
Setelah insiden mencurigakan itu, poros Arab dan Barat – pendukung kelompok-kelompok teroris – menuding pemerintah Suriah terlibat dalam serangan di Khan Sheikhoun, tanpa menunggu adanya penyelidikan. Pemerintah Damaskus membantah keras melakukan serangan kimia.
Suriah tidak lagi menguasai senjata kimia sejak tahun 2013 dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) juga memverifikasi hal itu. Berdasarkan resolusi 2118 Dewan Keamanan PBB, pemerintah Suriah menyerahkan bahan-bahan kimia kepada OPCW dan telah melakukan kerjasama konstruktif dengan organisasi itu.
Meski demikian, para pejabat Damaskus tetap menekankan pentingnya melakukan investigasi internasional untuk mengetahui siapa pelaku serangan kimia di Khan Sheikhoun.
Negara-negara Barat menuding Damaskus menggunakan senjata kimia, padahal kelompok teroris terbukti berkali-kali melakukan serangan kimia di Suriah dan Irak. Namun Barat memilih diam atas serangan tersebut.
Kesediaan pemerintah Suriah untuk bekerjasama dengan tim ahli internasional, menunjukkan bahwa Damaskus tetap ingin menguak fakta insiden di Khan Sheikhoun dan konspirasi berbahaya Barat terhadap Suriah.
Suriah – dengan berpegang pada prinsip transparansi – menawarkan kerjasama dan memberikan akses yang diperlukan demi kepentingan investigasi yang kredibel dan transparan.
Namun, pengalaman menunjukkan bahwa Barat selalu mempolitisasi itikad baik pemerintah Suriah dan PBB juga tidak memenuhi permintaan Damaskus. Dalam kondisi seperti ini, para teroris yang didukung Barat dan AS terus melancarkan propaganda dan mengintensifkan kejahatannya di Suriah.
Perkembangan Suriah kembali memperlihatkan bahwa Barat dan AS terus menyusun konspirasi terhadap Suriah dan memaksa negara itu terjebak dalam krisis berkepanjangan. (RM)