Pemangkasan Anggaran Saudi Picu Krisis Finansial
Kementerian Ekonomi Arab Saudi mengabarkan kebijakan negara itu untuk kembali melakukan pemangkasan anggaran lebih dari 6,93 milyar dolar dalam waktu tiga bulan awal tahun ini.
IRNA (23/4) mengutip Reuters melaporkan, Ernst and Young, EY perusahaan jasa akuntansi yang rutin melakukan evaluasi periodik terkait kondisi perekonomian negara-negara Arab pesisir Teluk Persia mengumumkan, negara-negara Arab anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia, P-GCC untuk menutupi sebagian kekurangan sumber dana dan pemangkasan anggarannya, dan memperoleh pendapatan 25 milyar pertahun, akan menaikkan pajak pertambahan nilai.
Laporan itu juga menyebutkan, Saudi pada tahun 2015 juga melakukan pemangkasan anggaran yang luar biasa besar.
Abdul Rahman Al Humaidi, Ketua Dewan Direksi Dana Moneter Liga Arab, Sabtu (22/4) mengumumkan, kondisi keuangan negara-negara Arab sangat buruk. Ia menuturkan, pemangkasan anggaran negara-negara Arab termasuk Saudi melampuai nilai PDB setiap harinya dan negara-negara ini dalam dua tahun berturut-turut mengalami kondisi keuangan yang tidak baik.
Dukungan dana Saudi kepada para teroris di Suriah dan Irak serta anggaran perang negara itu di Yaman termasuk di antara beberapa hal yang dianggap para analis memberikan tekanan hebat pada sumber-sumber finansial Saudi. (HS)