Hamas Bantah Klaim Daesh terkait Serangan terhadap Perwira Zionis
-
Sami Abu Zuhri, Jubir Hamas.
Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) membantah klaim kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap seorang perwira polisi rezim Zionis Israel.
"Tiga pejuang Palestina gugur syahid di tangan aparat keamanan rezim Zionis setelah menyerang seorang perwira polisi rezim ini. Klaim Daesh merupakan upaya untuk memperkeruh suasana," kata Sami Abu Zuhri dalam pernyataan pada Sabtu (17/6/2017) seperti dilansir IRIB.
Ia menambahkan, serangan terhadap seorang perwira polisi Israel dilakukan oleh dua warga Palestina anggota Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina dan seorang anggota Hamas.
Pada Jumat malam, beberapa pemuda Palestina melancarkan dua operasi anti-Zionis dengan menggunakan senjata tajam di al-Quds pendudukan. Serangan ini menewaskan seorang perwira rezim Zionis dan melukai dua lainnya.
Empat pemuda Palestina yang melancarkan operasi anti-Zionis tersebut gugur syahid ditembak oleh aparat keamanan Israel.
Intifada al-Quds meletus pada tanggal 1 Oktober 2015 sebagai bentuk protes terhadap penyerbuan aparat keamanan Israel dan warga Zionis ke Masjid al-Aqsa dan upaya mereka untuk menghapus identitas Islam dan Kristen di Baitul Maqdis.
Sejak intifada tersebut, sekitar 320 warga Palestina gugur syahid dan banyak lainnya terluka atau ditangkap. (RA)