Bahas Situasi di Quds, Hamas Minta Pemimpin Muslim Bertemu
-
Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh
Gerakan Hamas menyeru para pemimpin Arab dan Muslim untuk menggelar sidang luar biasa guna melawan terorisme Zionis dan serangan terhadap Masjid al-Aqsa.
Kantor berita Tasnim melaporkan, Jumat (21/7/2017), Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, meminta berbagai lapisan masyarakat Arab dan Muslim untuk segera mengambil langkah efektif dalam mendukung Masjid al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslim yang terancam oleh Zionis.
Ia juga menyeru warga Palestina untuk melakukan protes besar-besaran pada hari Jumat untuk melawan serangan rezim Zionis terhadap tempat suci tersebut.
Situasi di Quds dan Masjid al-Aqsa memanas setelah tentara Israel terlibat bentrokan dengan pemuda Palestina. Bentrokan ini menewaskan dua tentara Zionis dan menggugurkan tiga pemuda Palestina.
Israel kemudian menutup pintu-pintu Masjid al-Aqsa bagi jamaah shalat dan memasang pintu metal detector di gerbang-gerbang utama masjid. Tindakan ini memicu protes keras dari warga dan kelompok-kelompok pejuang Palestina. (RM)