Pejuang-Pejuang Palestina Serukan Demonstrasi Akbar pada Selasa
-
Warga Palestina di luar area Masjid al-Aqsa
Kelompok-kelompok pejuang Palestina menyerukan rakyat Palestina untuk menggelar unjuk rasa luas anti-rezim Zionis Israel di al-Quds dan untuk memprotes blokade Masjid al-Aqsa pada Selasa, 25 Juli 2017.
Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, kelompok-kelompok pejuang Palestina dalam pernyataan yang dibacakan oleh Ismail Ridwan, anggota senior Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) pada Minggu (23/7/2017), memperingatkan rezim Zionis atas kelanjutan penyerbuannya ke Masjid al-Aqsa.
Kelompok-kelompok pejuang Palestina mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam demonstrasi akbar pada hari Selasa di al-Quds.
"Penutupan Masjid al-Aqsa bagi semua warga Palestina di Tepi Barat dan al-Quds sama halnya dengan pengumuman perang dengan rakyat Palestina dan umat Islam," kata pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan tersebut, kelompok-kelompok pejuang Palestina meminta penduduk di Tepi Barat untuk melanjutkan Intifada al-Quds dan perlawanan mereka terhadap rencana buruk Israel.
Mereka juga meminta Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), parlemen-parlemen Arab dan Islam dan komite al-Quds untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terhadap al-Quds dan Masjid al-Aqsa.
Di sisi lain, pusat-pusat keagamaan al-Quds dan Palestina dalam pernyataan pada Minggu menyebut penyerbuan rezim Zionis sebagai upaya untuk mengubah fakta sejarah dan keagamaan kota Baitul Maqdis terutama Masjid al-Aqsa.
Pusat-pusat itu juga menuntut masyarakat internasional agara melaksanakan kewajibannya untuk mengakhiri agresi aparat keamanan rezim Zionis ke Masjid al-Aqsa.
Sejak hari Jumat, 14 Juli 2017 hingga Minggu, 16 Juli 2017, aparat keamanan Israel menutup gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa dan melarang jamaah Palestina shalat di tempat suci ini. Langkah itu dilakukan atas perintah langsung Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis.
Pasca pembukaan pintu-pintu masuk ke Masjid al-Aqsa, aparat keamanan rezim Zionis memasang gate-gate keamanan di pintu-pintu masuk masjid ini.
Langkah rezim Zionis tersebut menuai protes keras dari rakyat Palestina dan para pejabat di banyak negara muslim dan internasional.
Demonstrasi rakyat Palestina direaksi aparat keamanan Israel dengan kekerasan. Sejak 14 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, delapan warga Palestina telah gugur syahid dan ratusan lainnya terluka akibat kekerasan aparat keamanan Israel. (RA)