PBB Khawatir Kondisi Perempuan Irak di Wilayah yang Diduduki Daesh
-
Kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS)
Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak dan Kantor Hak Asasi Manusia lembaga ini mempublikasikan laporan bersama bahwa wanita dan anak-anak gadis Irak yang hidup di daerah-daerah yang diduduki kelompok teroris takfiri Daesh berada di bawah ancaman pelanggaran HAM.
Seperti dilansir IRNA, laporan dua lembaga internasional yang didasarkan pada kesaksian dan pernyataan korban selamat dari Daesh itu dikeluarkan pada Selasa (22/8/2017).
Disebutkan bahwa penderitaan fisik, psikologis dan emosional yang disebabkan oleh tindakan Daesh jauh lebih parah dari yang dibayangkan, dan jika para korban ingin membangun kembali kehidupan mereka dan anak-anak mereka, mereka memerlukan perlindungan hukum dan kompensasi atas kerugiannya.
Kelompok teroris takfiri Daesh menduduki sejumlah wilayah utara dan barat Irak sejak tahun 2014. Mereka telah melakukan kejahatan mengerikan terhadap warga sipil dan menganiaya para perempuan dan gadis-gadis Irak dari berbagai etnis dan agama, bahkan mereka menjadikan para perempuan Irak di daerah yang mereka duduki sebagai budak seks dan menjualnya di pasar.
Pasca pembebasan kota Mosul, Pusat Provinsi Nineveh dari pendudukan Daesh, terungkap berita mengenai penyanderaan dan penjualan para perempuan oleh Daesh. (RA)