Rezim Al Khalifa Lanjutkan Proyeksi Anti Iran
-
Menlu Bahrain, Khalid bin Ahmad Al Khalifa
Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmad Al Khalifa kembali menggulirkan klaim intervensi Repubilk Islam Iran di urusan internal negara-negara kawasan.
Khalid bin Ahmad Al Khalifa Sabtu (23/9) malam di Majelis Umum PBB dalam sebuah statemennya untuk menyelewengkan opini publik atas penumpasan luas etnis Syiah di negara ini oleh rezim penguasa mengklaim bahwa Iran mengintervensi urusan internal negara-negara kawasan. Bahkan ia mengklaim Tehran mendukung terorisme.
Pidato Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif baru-baru ini dalam menjawab klaim petinggi rezim Al Khalifa mengatakan, Manama lebih baik memberikan jawaban positif atas rekomendasi berulang masyarakat internasional untuk memulai perundingan dengan pemimpin kubu oposisi ketimbang menebar proyeksi dan menuding negara tetangga.
Sementara itu, juru bicara Kemenlu Iran, Bahram Qassemi seraya menepis upaya petinggi keamanan Bahrain untuk mengaitkan isu internal mereka dengan Republik Islam Iran menilai hal tersebut sebagai kebijakan gagal yang ditujukan untuk menutupi krisis dalam negeri Manama.
Bahrain sejak 14 Februari 2011 dilanda aksi protes damai warga menentang rezim penguasa.
Rakyat Bahrain menuntut kebebasan, keadilan dan dihapusnya diskriminasi serta pembentukan pemerintahan sipil, namun rezim penguasa dengan bantuan militer Arab Saudi dan aparat keamanan Uni Emirat Arab yang tergabung dalam pasukan Perisai Jazera dan yang ditempatkan di Bahrain, mulai menumpas aksi protes damai warga. (MF)