Nouri Maliki: Referendum, Pengumuman Perang terhadap Persatuan Bangsa Irak
-
Nouri al-Maliki
Wakil presiden Irak, Nouri al-Maliki menyebut referendum pemisahan diri wilayah otonomi Kurdistan dari Irak sebagai pengumuman perang terhadap persatuan negara ini. "Masoud Barzani, pemimpin Kurdistan bertanggung jawab atas dampak berbahaya referendum ini," paparnya.
Seperti dilaporkan Tasnim News mengutip al-Furat News, Nouri Maliki Senin (25/9) menekankan, semua pihak menegaskan ilegalnya referendum di Kurdistan, karena jelas bahwa referendum ini menarget persatuan nasional Irak dan memiliki dampak berbahaya bagi masa depan negara ini.
Wakil presiden Irak menuntut sanksi luas kepada inisiator dan aktor referendum dan sanksi politik, ekonomi dan keamanan terhadap wilayah ini oleh negara-negara anti referendum. Di kesempatan tersebut, Maliki juga memperingatkan potensi Kurdistan berubah menjadi wilayah pengaruh dan konspirasi regional serta internasional anti Irak dan negara-negara kawasan.
Maliki meminta etnis Arab dan Kurdi serta kubu minoritas di Irak memainkan peran mematahkan rencana pemisahan diri yang didukung oleh rezim Zionis Israel ini.
Referendum pemisahan diri wilayah otonomi Kurdistan dari pemerintah pusat Baghdad digelar Senin (25/9/2017). (MF)