Menhan Saudi Tegaskan Kelanjutan Agresi Militer ke Yaman
-
Mohammad bin Salman, Menhan Arab Saudi.
Putra Mahkota Arab Saudi dan Menteri Pertahanan negara ini menekankan kelanjutan agresi militer ke negara tetangganya, Yaman.
Mohammad bin Salman pada Kamis (26/10/2017) mengatakan, Arab Saudi akan melanjutkan serangan militernya ke Yaman dan tujuan dari invasi ini adalah mencegah terbentuknya Hizbullah lain di Yaman.
Ia mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya kekuatan Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah di kawasan dan menyebut Yaman sebagai negara yang lebih berbahaya ketimbang Lebanon.
"Saat ini, Hizbullah Lebanon yang didukung oleh Republik Islam Iran merupakan sebuah kekuatan besar dan kuat di Lebanon dan Suriah," ujarnya seperti dilansir IRIB.
Mohammad bin Salman menegaskan, Yaman berada di posisi gegografis yang penting dan menghadap ke Selat Bab El Mandeb, di mana munculnya segala bentuk peristiwa di kawsan ini berarti berhentinya 10 persen perdagangan dunia.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga Yaman terutama anak-anak dan perempuan.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman, sementara blokade pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini. (RA)