Israel Dukung Kebijakan Saudi yang Anti-Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46609-israel_dukung_kebijakan_saudi_yang_anti_hizbullah
Rezim Zionis Israel mengumumkan posisinya di berbagai negara terkait dukungan Tel Aviv kepada kepentingan Arab Saudi dalam menghadapi Hizbullah Lebanon.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Nov 07, 2017 14:55 Asia/Jakarta
  • Potongan gambar bendera Arab Saudi dan rezim Zionis Israel.
    Potongan gambar bendera Arab Saudi dan rezim Zionis Israel.

Rezim Zionis Israel mengumumkan posisinya di berbagai negara terkait dukungan Tel Aviv kepada kepentingan Arab Saudi dalam menghadapi Hizbullah Lebanon.

Seperti dilansir Mehr News mengutip situs berita El Neshra Lebanon, media Zionis pada Selasa (7/11/2017) memberitakan bahwa Departemen Luar Negeri rezim Zionis telah mengirim pesan kepada Kedutaan-kedutaannya diberbagai negara untuk meminta mereka mendukung Arab Saudi dalam menghadapi Hizbullah.

Pengumuman dukungan terang-terangan Israel kepada Arab Saudi dilakukan ketika Amerika Serikat terus berusaha untuk mengembargo Hizullah Lebanon.

Posisi baru anti-Hizbullah Lebanon oleh Israel juga diumumkan pasca Saad al-Hariri, Perdana Menteri Lebanon mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut di Riyadh, ibukota Arab Saudi pada Sabtu.

Ketika mengundurkan diri, al-Hariri melontarkan tudingan tidak berdasar terhadap Iran dan Hizbullah, di mana tindakan itu dalam kerangka kebijakan Iranphobia dan permusuhan Barat dan para penguasa Arab yang dipimpin Arab Saudi terhadap Iran dan Hizbullah Lebanon.

Kalangan politisi Lebanon menilai pengunduran diri al-Hariri sebagai "teater politik bersama" yang didesain oleh-nya dan Arab Saudi untuk menghadapi Poros Muqawama melalui tudingan dan tuduhan tak berdasar terhadap poros tersebut.

Situs al-Araby al-Jadeed dalam sebuah artikel, menyinggung pengakuan para pejabat Israel mengenai kunjungan rahasia Mohammad bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi ke Tel Aviv beberapa bulan lalu.

Situs itu menulis, kunjungan ini tidak begitu mengejutkan para pengamat politik dan peneliti sejarah, sebab, ada upaya dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk normalisasi hubungan dengan rezim penjajah al-Quds. Tampaknya, kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi itu juga tidak hanya dalam kerangka kerjasama antara Riyadh dan Tel Aviv saja. (RA)