Menlu Lebanon Kritik Posisi Lemah Arab terhadap Isu al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48765-menlu_lebanon_kritik_posisi_lemah_arab_terhadap_isu_al_quds
Menteri Luar Negeri Lebanon mengatakan, posisi negara-negara Arab terhadap masalah al-Quds dan Palestina lemah dan tidak efektif.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 27, 2017 10:39 Asia/Jakarta
  • Gebran Bassil, Menlu Lebanon.
    Gebran Bassil, Menlu Lebanon.

Menteri Luar Negeri Lebanon mengatakan, posisi negara-negara Arab terhadap masalah al-Quds dan Palestina lemah dan tidak efektif.

Gebran Bassil mengatakan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Mayadeen Lebanon, Selasa (26/12/2017).

"Jika tidak ada kebungkaman konstan Arab, maka Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) tidak akan memerintahkan untuk memindahkan Kedutaan Besar negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis," ujarnya.

Donald Trump, Presiden AS.

Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Ia menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds.

Menlu Lebanon lebih lanjut menyinggung transformasi di negaranya dan mengatakan, kerjasama kabinet Lebanon dengan Saad al-Hariri, Perdana Menteri negara ini dalam pemerintahan –pasca persoalan terkait pengunduran diri al-Hariri di Arab Saudi– lebih kuat, dan Lebanon dengan prinsip kedaulatan nasional telah berhasil melewati krisis tersebut.

Gebran Bassil juga menyinggung krisis Suriah dan menjelaskan, perlawanan militer Suriah dan pasukan Muqawama Lebanon terhadap teroris telah menggagalkan proyek yang ingin membagi-bagi wilayah kedua negara ini.

Menurut Gebran Bassil, Lebanon dan Suriah akan selalu bersama-sama dalam menghadapi terorisme.

Ia juga mengumumkan rencana kunjungannya ke Suriah pada masa yang tepat. (RA)