Lebanon 2018; Optimisme Hariri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i49101-lebanon_2018_optimisme_hariri
Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri seraya menekankan bahwa tahun 2017 bagi Beirut sebagai tahun yang sulit, optimis tahun 2018 adalah tahun pemulihan kepercayaan rakyat kepada pemerintah.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Jan 02, 2018 10:22 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri
    Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri

Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri seraya menekankan bahwa tahun 2017 bagi Beirut sebagai tahun yang sulit, optimis tahun 2018 adalah tahun pemulihan kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

Statemen Hariri yang dirilis laman el-Nashra memiliki dua dimensi, evaluasi tahun 2017 dan optimisme di tahun 2018.

PM Lebanon Saad Hariri

2017, tahun kesuksesan dan kesulitan bagi Lebanon. Beirut di tahun lalu berhasil melewati sejumlah kegagalan yang berlangsung selama beberapa tahun atau bahkan satu dekade. Kesepakatan kubu politik terkait undang-undang pemilu, pembayaran gaji pegawai yang tertunda dan peratifikasian undang-undang bujet tahun 207 termasuk isu-isu yang sempat tertunda di negara ini selama satu dekade dan menjadi kendala serius bagi negara ini.

Bagaimana pun juga, kubu politik Lebanon menetapkan Mei 2018 sebagai momen bersejarah bagi penyelenggaraan pemilu parlemen. Pemilu parlemen di negara ini sempat tertunda selama bertahun-tahun.

Meski demikian, lebanon di tahun lalu menyaksikan sebuah peristiwa mencengangkan, Saad Hariri pada 4 November 2017 dipanggil Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman dan setibanya di Riyadh, ia dipaksa membacakan surat pengunduran diri yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pembacaan surat pengunduran diri tersebut disiarkan televisi Alarabiya dan Hariri sendiri selama 18 hari mengalami tahanan rumah.

Sepertinya apa yang dimaksud Hariri sebagai 2017 sebagai tahun sulit bagi Lebanon kembali pada peristiwa langka di sistem internasional saat ini. Peristiwa langka ini di tingkat dalam negeri berubah menjadi janji Lebanon yang stabil di tahun 2018 melalui persatuan kubu politik, khususnya dukungan Hizbullah serta sekjen muqawama Sayid Hasan Nasrullah kepada Saad Hariri.

Dimensi kedua pidato Hariri adalah harapan pulihnya hubungan rakyat dengan pemerintah Lebanon di tahun 2018. Dalam hal ini, Hariri mengisyaratkan pemilu parlemen tahun 2018 dan mengatakan, saya berjanji kepada rakyat Lebanon pemilu akan digelar sesuai jadwal dan pemilu akan berlangsung secara transparan.

Bendera Lebanon

Penyelenggaraan pemilu sesuai jadwal akan menjadi prestasi penting bagi Lebanon di tahun 2018, karena periode parlemen Beirut saat ini berakhir tahun 2014 lalu, namun friksi antar kubu politik terkait undang-undang pemilu membuat periode parlemen diperpanjang selama empat tahun. Penyelenggaran pemilu parlemen sesuai jadwal di tahun 2018 selain memiliki arti Lebanon telah melewati friksi undang-undang pemilu, juga berarti terbentuknya parlemen baru di negara ini setelah delapan tahun.

Pembentukan parlemen baru, akan diikuti dengan penunjukan perdana menteri dan kabinet baru. Jika berbagai kelompok Lebanon berhasil menunjuk perdana menteri baru dan tidak mengalami kebuntuan politik seperti sebelumnya serta perdana menteri baru berhasil menunjuk kabinetnya sesuai jadwal, maka kepercayaan rakyat Lebanon kepada pemerintah serta struktur kekuasaan di negara semakin besar.

Mengingat konvergensi politik yang telah terbentuk sejak Oktober 2016 hingga kini di Lebanon, sepertinya negara ini di tahun 2018 akan menyaksikan ketahanan politik yang disertai kepercayaan rakyat. (MF)