Demontrasi Besar di Tel Aviv Tuntut Adili Netanyahu
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50183-demontrasi_besar_di_tel_aviv_tuntut_adili_netanyahu
Ribuan orang di Tel Aviv berunjuk rasa memprotes lambannya proses penanganan kasus korupsi yang menimpa Perdana Menteri Rezim Zionis, Benyamin Netanyahu.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jan 21, 2018 09:11 Asia/Jakarta
  • Benyamin Netanyahu
    Benyamin Netanyahu

Ribuan orang di Tel Aviv berunjuk rasa memprotes lambannya proses penanganan kasus korupsi yang menimpa Perdana Menteri Rezim Zionis, Benyamin Netanyahu.

Para demonstran menuntut percepatan proses investigasi dan pengadilan terhadap Netanyahu. Dalam aksinya, mereka menyuarakan yel-yel mennyebut Netanyahu dan keluarganya korup.

Aksi unjuk rasa anti Netanyahu ini memasuki minggu kedelapan yang berlangsung secara berturut-turut.

Selama beberapa bulan terakhir terjadi aksi protes di berbagai wilayah Palestina pendudukan untuk menuntut Netanyahu segera diseret ke meja hijau. 

Protes anti-Netanyahu di Israel

Benyamin Netanyahu terlilit tiga kasus korupsi besar.

Kasus pertama mengenai penerimaan suap dari pengusaha terkemuka. Netanyahu menerima suap senilai satu juta dolar dari Arnaud Mimran yang dipergunakan untuk membiayai kampanye pemilu perdana menteri rezim Zionis.

Dilaporkan, pihak kepolisian Israel menemukan bukti baru rangkaian faktur dari Arnon Milchan yang menunjukkan keluarga Netanyahu menerima hadiah senilai jutaan Shekel dari pengusaha terkemuka ini.

Kasus kedua mengenai kesepakatan antara Netanyahu dengan pemiliki koran Yedioth Ahronot mengenai pemberitaan yang positif terhadap kabinet yang dipimpinnya.

Sedangkan kasus ketiga mengenai korupsi pembelian tiga kapal selam dari Jerman senilai lebih dari satu miliar dolar. 

Istri perdana menteri rezim Zionis, Sara Netanyahu juga diinterogasi atas  dugaan menggunakan sumber finansial publik untuk kepentingan pribadinya.

Sebelumnya, mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert  dinyatakan terlibat korupsi oleh pengadilan rezim Zionis pada tahun 2014.

Kasus yang sama juga menimpa Ariel Sharon yang pernah menjabat sebagai perdana menteri rezim Zionis. (PH)