Menlu Palestina: Netanyahu Tipu Dunia !
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50347-menlu_palestina_netanyahu_tipu_dunia_!
Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al-Maliki mengatakan, perdana menteri rezim Zionis Israel menipu dunia mengenai keberhasilan rezim agresor ini dalam meretas solusi penyelesaian krisis Timur Tengah.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jan 24, 2018 09:50 Asia/Jakarta
  • Riyad Al-Maliki
    Riyad Al-Maliki

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al-Maliki mengatakan, perdana menteri rezim Zionis Israel menipu dunia mengenai keberhasilan rezim agresor ini dalam meretas solusi penyelesaian krisis Timur Tengah.

Al-Maliki dalam wawancara dengan Euronews di Brussels menyinggung penipuan yang dilakukan Benyamin Netanyahu mengenai kesiapannya untuk berunding dengan Kepala Otorita Palestina, Mahmoud Abbas.

"Netanyahu dalam pertemuan dengan Mahmoud Abbas yang dijadwalkan akan dilakukan September 2016 di Moskow di waktu akhir meminta maaf dan menghindari pertemuan tersebut," kata Menlu Palestina.

Benyamin Netanyahu

Di bagian lain statemennya, Riyad Al-Maliki menyinggung dukungan Uni Eropa terhadap penyelesaian masalah krisis Timur Tengah.

"Uni Eropa memiliki kelayakan untuk mengawasi proses politik antara Palestina dan Israel," tegas Al-Maliki.

Menlu Palestina dalam pernyataannya menyinggung kesiapan negara-negara Eropa untuk mengakui secara resmi negara Palestina.

"Pengakuan secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis oleh AS menunjukkan keberpihakannya terhadap Israel  dalam konflik dengan Palestina, oleh karena itu AS tidak memiliki kelayakan menjadi mediator antara kedua pihak," papar Al-Maliki.

Dilaporkan, kebanyakan diplomat negara-negara Uni Eropa menandatangani hubungan dengan Palestina, dan saat ini sedang mengkaji sejumlah opsi untuk mendukung penyelesaian pendirian negara merdeka Palestina dengan memfokuskan perundingan pada masalah kondisi Baitul Maqdis.

Sebanyak empat negara Eropa yaitu: Slovenia, Belgia, Luksemburg dan Irlandia sedang mengkaji pengakuan resmi terhadap negara merdeka Palestina.(PH)