Pengabdian Kelompok-kelompok Takfiri kepada Rezim Zionis
-
Kelompok teroris takfiri.
Kalangan media mengabarkan dimensi baru dari kerjasama luas antara rezim Zionis Israel dan kelompok-kelompok teroris takfiri di Suriah. Dalam konteks ini, rezim Zionis membentuk sebuah pasukan yang terdiri dari kelompok-kelompok teroris untuk membantu penjajahannya di Dataran Tinggi Golan.
Menurut situs The Intercept, rezim Zionis telah membentuk sebuah kelompok bernama "polisi perbatasan" yang terdiri dari para teroris takfiri di Suriah selatan untuk melindungi perbatasan Dataran Tinggi Golan yang didudukinya.
Sepanjang krisis Suriah, rezim Zionis telah membantu para teroris yang aktif di negara Arab ini dan bahkan mengobati mereka di rumah sakit lapangan yang dibentuknya di wilayah yang diduduki.
Ekspansionisme rezim Zionis menunjukkan bahwa rezim ini telah memperluas pendudukannya dari Dataran Tinggi Golan ke Provinsi Quneitra dan Daraa Suriah. Perluasan ini meliputi pembentukan "pasukan polisi perbatasan" dan pagar sepanjang 40 kilometer keluar dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Selain itu, rezim Zionis meningkatkan partisipasinya dalam mengelola berbagai wilayah yang dikontrol oleh kelompok-kelompok teroris di Quneitra dan Daraa.
Para pejabat Tel Aviv pada musim panas tahun lalu secara praktis telah melatih dan mempersenjatai 500 anggota kelompok milisi bersenjata bernama "Farsan Golan" yang beraktivitas sebagai "polisi perbatasan" bagi rezim ilegal ini. Salah satu misi pasukan ini adalah memantau dan memberikan laporan kepada Israel.
Muncul berbagai laporan mengenai meningkatnya hubungan antara rezim Zionis dan kelompok-kelompok takfiri di Suriah. Kini apa yang dikatakan oleh para pejabat Damaskus bahwa Suriah sedang menghadapi kelompok-kelompok teroris yang didukung Barat dan Israel telah terbukti dan masalah tersebut telah menjadi jelas bagi masyarakat dunia.
Yang pasti, kelompok-kelompok teroris yang terbentuk dengan dukungan dana dan senjata dari Amerika Serikat dan Arab Saudi sekarang beraktivitas di bawah dukungan dan arahan Israel dan pemerintah-pemerintah Barat.
Menyusul meletusnya instabilitas keamanan di Suriah pada bulan Maret 2011, rezim Zionis dan Barat memanfaatkan para perusuh untuk mencapai tujuan-tujuan ilegal. Mereka memberikan dukungan logistik kepada kelompok-kelompok teroris takfiri untuk memerangi pemerintah Damaskus. Ribuan milisi dan teroris takfiri dari berbagai negara dunia didatangkan ke Suriah untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Peningkatan gerakan militer rezim Zionis terhadap Suriah bertujuan untuk menyibukkan pemerintah negara ini dengan krisis internal. Masuknya berbagai kelompok teroris takfiri ke Suriah merupakan bagian dari konspirasi berbahaya rezim Zionis dan negara-negara pendukungnya.
Baru-baru ini, surat kabar al-Quds al-Arabi mengutip Mohammad Ayesh, penulis Palestina, menyebutkan, Israel mengambil manfaat dari serangan-serangan teroris di dunia seperti serangan 11 September, dan pejabat Tel Aviv menilai serangan seperti itu sebagai sebuah peluang. Israel, lanjut tulisan itu, telah berulang kali menggunakan terorisme sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan ilegalnya.
Berdasarkan pandangan para analis regional, kelompok-kelompok teroris –tanpa dukungan finansial dan senjata dari sejumlah negara asing dan rezim-rezim di kawasan termasuk dari rezim Zionis– tidak akan mampu mencapai "kemajuan" hingga batas ini dan mereka tidak akan bisa menciptakan kejahatan dan krisis di berbagai negaras.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel yang didukung oleh AS berusaha agar isu Palestina terlupakan sehingga rezim Zionis bisa menciptakan dasar penguatan penjajahannya di negara-negara Arab termasuk di Suriah. Upaya ini dilakukan dengan cara menciptakan konflik di semua negara kawasan Timur Tengah dan melemahkannya. (RA)