Abdollahian: Kewarganegaraan Raja Bahrain Juga Dapat Dicabut
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50687-abdollahian_kewarganegaraan_raja_bahrain_juga_dapat_dicabut
Asisten Khusus untuk Ketua Parlemen Iran dalam Urusan Internasional, Hossein Amir Abdollahian menyatakan ketika pihak asing dan para pemimpin radikal di dalam negeri menguasai urusan Bahrain, maka pencabutan kewarganegaraan Raja Bahrain juga tidak jauh dari bayangan.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jan 30, 2018 11:01 Asia/Jakarta
  • gerakan revolusi 14 Februari Bahrain
    gerakan revolusi 14 Februari Bahrain

Asisten Khusus untuk Ketua Parlemen Iran dalam Urusan Internasional, Hossein Amir Abdollahian menyatakan ketika pihak asing dan para pemimpin radikal di dalam negeri menguasai urusan Bahrain, maka pencabutan kewarganegaraan Raja Bahrain juga tidak jauh dari bayangan.

Hossein Amir-Abdollahian, dalam sebuah catatan menyinggung konfirmasi vonis penjara dan pencabutan kewarganegaraan Syeikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain di pengadilan banding negara itu dan menulis, "Kewarganegaraan Syeikh Isa Qassim dicabut atas keputusan kerajaan, sekarang keputusan pengadilan mana yang akan dipilih oleh Mahkamah Agung Bahrain?"

Syeikh Isa Qassim

Pengadilan Banding Bahrain mengkonfirmasikan vonis satu tahun penjara dan menolak ulama terkemuka Syeikh Isa Qassem. Aksi rezim Al Khalifa ini terjadi di saat organisasi hak asasi manusia mendesak rezim Bahrain mengizinkan ulama Syiah itu menjalani perawatan medis secara norrmal tanpa tekanan apapun.

Syeikh Isa Qassim, yang baru saja menjalani operasi, kembali dipaksa menjalani tahanan rumah.

Rezim Al Khalifah, dengan mencabut kewarganegaraan dan mengadili Syeikh Isa Qassim, sejak Juni 2016 memblokade kediaman ulama Bahrain ini di al-Diraz.

Bahrain menghadapi demonstrasi rakyat sejak 14 Februari 2011. Rakyat Bahrain menuntut kebebasan, keadilan, pemberantasan diskriminasi dan pembentukan pemerintahan demokratis.