Rai al-Youm Ungkap Pelayanan Baru Mesir kepada Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i52123-rai_al_youm_ungkap_pelayanan_baru_mesir_kepada_israel
Kontrak gas terbaru antara perusahan Mesir dan rezim Zionis Israel menjadikan Kairo sebagai pihak pelayan yang baik bagi Tel Aviv untuk menjadi pintu gerbang bagi ekspor gas Israel ke negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 22, 2018 14:26 Asia/Jakarta
  • Proyek Perusahaan Dilphinus.
    Proyek Perusahaan Dilphinus.

Kontrak gas terbaru antara perusahan Mesir dan rezim Zionis Israel menjadikan Kairo sebagai pihak pelayan yang baik bagi Tel Aviv untuk menjadi pintu gerbang bagi ekspor gas Israel ke negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.

Surat kabar Rai al-Youm menilai kesepakatan gas antara perusahan Mesir dan Israel tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, tapi juga sebagai salah satu perjanjian politis dalam konteks normalisasi hubungan dengan Tel Aviv. 

 

Surat kabar terbitan London itu menambahkan, kesepakatan ini berubah menjadi jembatan untuk menjual gas hasil jarahan di Palestina oleh Israel yang dipasok ke negara-negara Arab.

 

Sebelumnya, pada hari Senin, perusahaan Delek Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak untuk puluhan tahun dengan perusahaan Mesir, Dolphinus senilai sekitar 15 miliar dolar untuk menjual gas alamnya ke Mesir.

 

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Perminyakan Mesir mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengomentari kontrak-kontrak yang ditandatangani oleh sektor swasta.

 

Pernyataan itu dilontarkan ketika perusahan Dolphinus yang menandatangani kontrak dengan perusahaan Delek tidak mungkin bisa meneken kontrak ini tanpa mendapat lampu hijau dari para pejabat tinggi Kairo.

 

Rai al-Youm juga mengungkapkan keterkejutan atas langkah negara-negara yang mengklaim anti-Israel seperti Mesir dan Yordania, namun membeli gas dari rezim penjajah Israel yang merupakan hasil jarahan dari tanah Palestina.

 

Surat kabar itu menulis, langkah tersebut menyebabkan masuknya miliaran dolar ke kas rezim Zionis setiap harinya, sehingga rezim ini dapat menggunakan dana tersebut untuk mempersenjatai militernya untuk menyulut perang di negara-negara Arab dan Muslim.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, proses normalisasi hubungan sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi dan Mesir dengan Israel meningkat. (RA/PH)