Sheikh Qaouk: Keberanian Israel akibat Pengkhianatan Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i52239-sheikh_qaouk_keberanian_israel_akibat_pengkhianatan_saudi
Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon mengatakan, keberanian rezim Zionis Israel menyerang Suriah dan Lebanon serta ketamakannya atas sumber minyak dan gas Lebanon adalah dampak dari langkah Arab Saudi untuk normalisasi hubungan dengan rezim tersebut.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 24, 2018 16:40 Asia/Jakarta
  • Sheikh Nabil Qaouk, Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon
    Sheikh Nabil Qaouk, Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon

Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon mengatakan, keberanian rezim Zionis Israel menyerang Suriah dan Lebanon serta ketamakannya atas sumber minyak dan gas Lebanon adalah dampak dari langkah Arab Saudi untuk normalisasi hubungan dengan rezim tersebut.

Sheikh Nabil Qaouk mengungkapkan hal itu dalam acara memperingati salah satu pejuang Hizbullah ketika mereaksi kebungkaman Arab Saudi atas berbagai kejatahan rezim Zionis Israel.

 

"Arab Saudi memberikan keberanian kepada rezim Zionis (Israel) untuk melakukan agresi di kawasan dan menyerang Suriah serta menjarah kekayaan Lebanon. Satu-satunya faktor yang telah mencegah agresi terhadap hak-hak Lebanon adalah kekuatan militer, rakyat dan Muqawama (Hizbullah)," kata Sheikh Qaouk, Sabtu (24/2/2018) seperti dilansir kantor berita resmi Suriah, SANA.

 

Bersamaan dengan upaya Arab Saudi untuk normalisasi hubungan dengan Israel dan kompromi tentang masalah Palestina, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain juga berusaha melakukan langkah yang sama mengikuti kebijakan Riyadh.

 

Di bagian lain pernyataannya, Anggota Dewan Pusat Hizbullah menyinggung kunjungan berulang David Satterfield, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Lebanon.

 

Ia menuturkan, Lebanon mampu mengakses hak penuh atas kekayaan minyaknya tanpa hambatan, dan tanpa Muqawama, Lebanon tidak mampu untuk mengakhiri tekanan-tekanan internasional.

 

"Pemilu parlemen Lebanon adalah waktu yang luar biasa untuk memperkuat kekuatan nasional dan gerakan ke arah pembangunan negara berdasarkan lembaga dan badan hukum," pungkasnya.

 

Pemilu parlemen Lebanon akan digelar pada tanggal 6 Mei 2018. (RA)