Barat Penyebar Terorisme Kimia di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i52623-barat_penyebar_terorisme_kimia_di_suriah
Departemen pertahanan Suriah Kamis (1/3) malam menyatakan, Amerika Serikat, Inggris dan negara Barat lainnya meminta kelompok teroris yang bercokol di Suriah termasuk Front al-Nusra di dekat medan pertempuran dengan militer Suriah menggunakan senjata beracun dan kimia terhadap warga sipil.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Mar 02, 2018 15:19 Asia/Jakarta

Departemen pertahanan Suriah Kamis (1/3) malam menyatakan, Amerika Serikat, Inggris dan negara Barat lainnya meminta kelompok teroris yang bercokol di Suriah termasuk Front al-Nusra di dekat medan pertempuran dengan militer Suriah menggunakan senjata beracun dan kimia terhadap warga sipil.

Kementerian pertahanan Suriah menekankan, tujuan Barat melakukan langkah seperti ini adalah mereka dapat menuding militer Suriah dan merancang skenario baru terhadap negara ini.

 

Mayoritas pengamat menilai langkah Barat menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dan bahan beracun sebagai upaya untuk menyesatkan opini publik dan mendistorsi fakta menyusul kemenangan terbaru militer Suriah terhadap kelompok teroris.

Serangan Kimia ke Aleppo

 

Transformasi Suriah menunjukkan bahwa seiring perubahan konstelasi kekuatan di medan pertempuran yang menguntungkan pemerintah sah Suriah dan keberhasilan gemilang militer serta pasukan relawan rakyat Suriah melawan teroris, konspirasi dan agitasi anti Damaskus semakin menemukan dimensinya yang kian luas.

 

Para sponsor teroris dengan menggulirkan klaim palsu terhadap Suriah berusaha menebar agitasi untuk mempersiapkan kondisi penggunaan lebih besar senjata kimia oleh kelompok teroris untuk mencegah kekalahan total mereka di Suriah. Padahal mulai tersebar laopran yang menunjukkan berlanjutnya kebijakan pemerintah Barat dalam mempersenjatai teroris dengan senjata kimia dan beracun. Hal ini sama halnya dengan lampu hijau Barat kepada teroris untuk melanjutkan kejahatannya di Suriah.

 

Dengan demikian pemerintah Barat dengan mempolitisasi isu penggunaan senjata kimia di Suriah, secara praktis mencegah perang efektif melawan terorisme kimia. Pemerintah Suriah ketika menjadi target tudingan palsu Barat, negara ini pada tahun 2014 di bawah pengawasan PBB dan dalam koridor resolusi 2118 Dewan Keamanan telah menyerahkan senjata kimianya kepada Organisasi Anti Senjata Kimia (OPCW).

 

Langkah pemerintah Suriah tersebut telah membuktikan niat baiknya untuk tidak menggunakan senjata kimia di perang kontra terorisme. Bergulirnya dakwaan oleh AS dan Inggris terhadap pemerintah Suriah sama sekali tidak masuk akal, karena pada dasarnya pasukan Suriah yang unggul di medan perang dalam melawan teroris dan milisi bersenjata tidak perlu menggunakan senjata inkonvensional. Sebaliknya justru pihak yang kalah yang perlu melakukan langkah seperti ini untuk menebus kekalahannya.

Serangan Kimia ke Khan Syakhon

 

Scott Richards, mantan ahli intelijen Amerika mengatakan, Damaskus tidak membutuhkan senjata kimia. Ia menjelaskan bahwa sangat disayangkan pemerintah Barat melalui pementasan berusaha mempersiapkan jalan untuk menekan lebih besar pemerintah Suriah.

 

Pengalaman kinerja teroris menunjukkan bahwa mereka tidak pernah segan-segan melakukan kejahatan apapun dan oleh karena itu, mereka juga tidak akan malu-malu menggunakan senjata kimia yang diberikan Barat kepada mereka.

 

Tujuan kelompok teroris menggunakan senjata kimia adalah mencegah kekalahan total dan menciptakan ketakutan lebih besar di tengah warga Suriah, sehingga mereka menyerah pada ketamakan kelompok teroris. Di sisi lain, dukungan penuh Barat kepada kelompok teroris telah mendorong fenomena buruk ini dengan aman melakukan kejahatan perang dan terbebas dari segala bentuk tuntutan hukum. (MF)