Partisipasi Hizbullah dalam Pemilu demi Kemajuan Lebanon
-
Sayid Hassan Nasrullah
Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrullah menekankan pentingnya pemilu parlemen Lebanon yang akan diselenggarakan sekitar dua bulan ke depan, yaitu 6 Mei 2018. Menurutnya, tujuan Hizbullah berpartisipasi dalam pemilu parlemen demi mendukung kemajuan Lebanon di segala bidang.
IRNA melaporkan, Sekjen Hizbullah, Rabu (21/3/2018) malam menyebut pemilu parlemen Lebanon sebuah kesempatan berharga untuk membangkitkan kekuatan nasional Lebanon dan menuturkan, kami terjun ke dalam pemilu ini untuk menjadi penyampai suara rakyat kita dan perlawanan yang mulia.
Nasrullah menerangkan, reformasi politik di tubuh pemerintahan, masuk dalam agenda pemilu Hizbullah dan dengan mendukung undang-undang pemilu Lebanon yang berbasis relativitas, kami menekankan pentingnya penyelenggaraan pemilu yang lebih baik dan maju.
Sekjen Hizbullah menambahkan, selain itu agenda kerja Hizbullah lain dalam pemilu adalah memperkuat instansi pengawas dan amandemen undang-undang dengan maksud untuk meningkatkan independensi instansi-instansi tersebut.
Hizbullah juga, katanya, menekankan pembaruan di setiap kementerian, perang melawan korupsi dan penyalahgunaan wewenang administrasi serta memusatkan perhatian pada desentralisasi administrasi pemerintahan, mengadakan lelang jabatan, mengaktifkan e-government dan otomasi informasi publik satu pintu.
Sehubungan dengan masalah penyusunan strategi pertahanan Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, presiden dengan wewenangnya bisa menggelar pertemuan untuk membahas dan mengkaji strategi pertahanan negara, dan kami sama sekali tidak sensitif dengan masalah ini.
Soal konferensi terbaru yang digelar di Roma, Italia untuk mendukung militer Lebanon, Nasrullah menuturkan, kami tidak punya pandangan apapun terkait ini, ukurannya adalah, militer Lebanon bisa memperoleh senjata yang membuat mereka mampu melindungi Lebanon.
Terkait pertemuan internasional Paris untuk mendukung investasi yang akan digelar dua pekan mendatang, Nasrullah menjelaskan, jika pemerintah berangkat ke Paris untuk menarik bantuan, ini bagus, tapi jika ingin mendapatkan pinjaman dan menambah utang, maka kami ingin membicarakan hal itu dengan pemerintah dan parlemen. (HS/PH)