Ketika PBB Minta Ganti Rugi kepada Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i53914-ketika_pbb_minta_ganti_rugi_kepada_israel
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta ganti rugi kepada rezim Zionis Israel karena kerusakan dan hancurnya instalasi milik Badan Bantuan dan Pekerja PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) selama perang 50 hari Jalur Gaza di musim panas tahun 2014.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 26, 2018 05:07 Asia/Jakarta
  • PBB
    PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta ganti rugi kepada rezim Zionis Israel karena kerusakan dan hancurnya instalasi milik Badan Bantuan dan Pekerja PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) selama perang 50 hari Jalur Gaza di musim panas tahun 2014.

Selama perang 50 hari Gaza, Israel berulangkali membombardir gedung sekolah milik UNRWA di Jalur Gaza. Serangan brutal ini selain merusak gedung sekolah, juga menewaskan puluhan warga yang berlindung di gedung tersebut yang mayoritasnya perempuan dan anak-anak. Sejumlah besar warga juga terluka dalam serangan itu.

UNRWA dan anak-anak Palestina

 

Dalam perang musim panas 2014 di Jalur Gaza, lebih dari 2.200 warga Palestina gugur syahid dan 11 ribu lainnya terluka. Kerugian yang ditanggung Gaza akibat perang in ditaksir mencapai miliaran dolar.  Konfrontasi antara Israel dan masyarakat internasional, terutama sikap kerasnya terhadap lembaga internasional semakin nyata, seperti statemen Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang menuntut pembubaran UNRWA.

 

Terkait hal ini, Netanyahu saat sidang kabinet mengatakan, “Saya sepenuhnya setuju dengan kritikan Presiden AS Donald Trump terhadap UNRWA.” Lebin lanjut Netanyahu menandaskan, UNRWA tetap mempertahankan hak kepulangan pengungsi Palestina dan pemusnahan rezim Zionis. Dalam rangka menekan UNRWA, media Barat baru-baru ini melaporkan bahwa pemerintah Trump menyampaikan kepada PBB bahwa Washington secara signifikan akan mengurangi bantuannya kepada UNRWA.

 

Agitasi yang ditebar Amerika tidak menghalangi PBB untuk menuntut hak-hak lembaga afiliasinya. Ini bukan pertama kalinya Israel diharuskan memberi ganti rugi kepada PBB. Selama perang 22 hari Jalur Gaza di tahun 2009, tujuh bangunan milik PBB mengalami kerusakan termasuk gedung sekolah yang dikelola UNRWA.

 

Pada awalnya Israel menolak mengakui telah menyerang gedung dan fasilitas milik PBB selama perang 22 hari Gaza, namun setelah banyaknya bukti yang ada dan keharusan Tel Aviv memberikan ganti rugi, akhirnya rezim penjajah ini secara tersirat mengakui dengan sengaja menarget fasilitas dan gedung milik lembaga internasional tersebut.

 

Israel sampai saat ini telah berulangkali menyerang gedung dan fasilitas milik PBB. Serangan ke gedung milik PBB di desa Qana pada tahun 1996 dan 2006 dalam perang Lebanon serta pembantaian para pengungsi dan luka-luka mereka akibat brutalitas ini menunjukkan masifnya kejahatan yang dilakukan rezim penjajah al-Quds.

Gedung sekolah UNRWA di Palestina yang dibom Israel

 

Penargetan gedung PBB dan fasilitas lembaga di bawahnya mengindiksikan bahwa Israel tidak mengenal batas dalam aksi brutal yang dilakukan demi mewujudkan ambisinya. Sementara itu, dukungan total AS kepada Israel kian hari membuat Tel Aviv semakin arogan dalam melanjutkan kejahatan dan pelanggarannya terhadap hukum internasional.

 

Gedung dan fasilitas PBB diserang oleh Israel ketika bendera PBB berkibar  di atas gedung dan fasilitas tersebut  yang mayoritasnya sekolah dan rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa moral tidak memiliki posisi dalam pandangan Zionis. Dukungan penuh Amerika terhadap Israel selama perang 50 hari di Gaza menyebabkan Tel Aviv tetap melanjutkan kejahatan mengerikan terhadap warga Palestina. (MF/PH)