Hamas: Dunia Islam Wajib Tolak Normalisasi dengan Israel
-
Hamas
Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengeluarkan statemen resmi hari Selasa (3/4) yang berisi penolakan terhadap prakarsa normalisasi hubungan dengan Israel, dan menilainya sebagai plot AS untuk menutupi kejahatan rezim Zionis.
Hamas menyerukan supaya dunia Islam, termasuk negara-negara Arab menolak prakarsa normalisasi dengan Israel.
Gerakan perlawanan Islam Palestina ini memandang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sebagai kejahatan besar terhadap bangsa Palestina.
Menurut Hamas, Tel Aviv saat ini sedang gencar menjalin hubungan resmi melalui lembaga atau tokoh berbagai negara dengan tujuan pengakuan resmi terhadap eksistensi Israel menjelang peringatan hari Nakbah.
Pada saat yang sama, Israel meningkatkan penangkapan dan pembunuhan orang-orang Palestina, serta penambahan pembangunan distrik Zionis yang dilakukan bersamaan dengan penyebaran Yahudisasi di wilayah pendudukan Palestina.
Putera Mahkota Arab Saudi selama setahun terakhir meningkatkan proses normalisasi hubungan antara Riyadh dengan Tel Aviv. Pangeran Mohammad bin Salman mengakui eksistensi rezim Zionis dan tidak memperdulikan hak bangsa Palestina yang selama ini dijajah Israel.
Mohammed bin Salman dalam wawancara dengan majalah AS, The Atlantic hari Senin (3/4) mengatakan bahwa Arab Saudi memiliki kepentingan bersama dengan Israel.
Menurutnya, kompromi dengan Israel memberikan keuntungan bagi Israel sendiri, dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC), juga negara Arab lain seperti Mesir dan Yordania.
Putera mahkota Arab Saudi secara terbuka mengakui eksistensi Israel menjelang peringatan hari Nakbah.
Arab Saudi juga telah membuka wilayah udara negara ini untuk pertama kalinya bagi penerbangan komersial ke Israel bulan lalu. Padahal selama 70 tahun, zona udara Arab Saudi tidak pernah diizinkan dibuka untuk penerbangan tujuan Israel.(PH)